“Siapa yang mencintai dunia, ia mencelakai akhiratnya. Siapa yang mencintai akhirat, ia mencelakai dunianya. Maka pilihlah yang kekal daripada yang fana.”
Dunia bukan untuk ditinggalkan, melainkan ditaklukkan dengan iman dan hikmah. Jangan kejar dunia agar ia mencintaimu. Kejarlah Allah, maka dunia akan mengikutimu dengan takaran yang cukup.
Jangan biarkan dunia hidup dalam hatimu. Biarlah ia cukup di tanganmu.
Sebagaimana firman Allah:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai-Nya.”
(QS. Al-Fajr: 27–28)
Wahai jiwa… pulanglah. Kembalilah pada cahaya. Pada makna. Pada keabadian. Karena yang paling layak untuk dikejar bukan dunia, tapi keridhaan Tuhan yang menciptakan dunia.
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، والموت راحة لنا من كل شر
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, jangan pula sebagai puncak ilmu kami. Jadikanlah hidup kami sebagai penambah kebaikan, dan kematian sebagai istirahat dari segala keburukan.”