Tadabbur Ayat-ayat Pendidikan
Al-Qur’an Surah Al-A‘rāf Ayat 56
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." (QS. Al-A‘rāf: 56)
Tafsir Tahlili:
Ayat ini memuat larangan tegas dari Allah agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah menciptakannya dalam keadaan baik dan seimbang.
Larangan ini mencakup seluruh aspek kehidupan: sosial, fisik, rohani, hingga lingkungan hidup.
Manusia dilarang merusak tatanan sosial, menyakiti sesama, merusak ekosistem, mengeksploitasi alam secara tidak bijak, serta menghancurkan sumber-sumber penghidupan seperti pertanian dan perdagangan.
Allah menciptakan bumi dengan berbagai elemen pendukung kehidupan gunung, lembah, sungai, laut, hutan, dan darata untuk dimanfaatkan dengan bijak demi kesejahteraan manusia.
Selain itu, Allah juga mengutus para rasul, hingga Rasulullah ﷺ sebagai nabi terakhir, membawa ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Jika manusia mengikuti ajaran ini dengan sungguh-sungguh, maka kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara akan menjadi baik dan harmonis.
Di akhir ayat ini, Allah menuntun manusia pada adab berdoa. Doa yang benar harus dilakukan dengan sepenuh hati, khusyuk, suara lembut, serta disertai rasa takut dan harap.
Perpaduan ini akan menumbuhkan keyakinan dan menghindarkan dari keputusasaan, karena doa dipanjatkan langsung kepada Allah yang Mahakuasa dan Mahakaya.
Rahmat Allah sangat dekat kepada para muhsinin orang-orang yang berbuat kebaikan.
Dan berdoa sendiri merupakan salah satu bentuk kebaikan. Oleh karena itu, setiap amal baik baik terhadap sesama manusia, tetangga, lingkungan, bahkan kepada binatang adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada rahmat-Nya.