Membaca dalam konsep anak tetap lebih kepada hiburan seperti membaca buku cerita, ensiiklopedi dll. Anak dipaksa membaca buku pelajaran berulang-ulang, mungkin mereka akan hafal tapi tidak mengerti substansinya. Contoh lain, buku pelajaran PKN memberi materi Pancasila tapi praktiknya di masyarakat tidak seperti itu.
Hal ini pasti membuat siswa bisa bingung mana yang benar? Begitu juga dengan berhitung yang belajar melalui mengenal angka akan berbeda jika dipraktikkan langsung si anak belanja di warung, misalnya. Tentu kita sebagai orang dewasa termasuk pendidik harus lebih bijak menerapkan metode belajar yang tepat.