Kita bisa berbeda
Tetapi tetap bersaudara
Mesk tidak sepakat
Tetapi tidak perlu menyacat
Asal mula timbulnya konflik
Karena prasangka yang tak baik
Hanya berani menyalahkan
Tapi tidak mau mengakui kesalahan
Saatnya mengistirahatkan benci
Yang menari-nari di dalam hati
Membangun sejumlah narasi
Bahwa menghargai jauh lebih berarti
Janganlah sibuk melabeli
Yang berbeda sebagai ancaman
Sehingga timbul sebuah persepsi
Seolah dunia hanya milik satu golongan
Sebab aneka ragam puspa
Tampak indah dipandang mata
Karena aneka macam warna
Serta aroma yang berbeda-beda
Perbedaan bukanlah luka
Melainkan cara yang bijaksana
Untuk mengukur wawasan kita
Dan melatih diri berlapang dada
Malang, 24 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Hari Kebangkitan Nasional sebagai Momentum Memperkuat Persatuan dan Semangat Maju
Mutiara Pagi: Kita Terlalu Sibuk (Bagian 1848)
Penuhi Undangan Presiden Hartford International University, Dai Kondang Jawa Barat Tata Sukayat Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Agama yang Humanis
Riska Junita, SH, MKn Terpilih Menjadi Anggota Luar Biasa Terbaik INI Kota Bandung
Mutiara Pagi: Janji Semesta (Bagian 1849)
Madrasah Du'at Angkatan 3: PWNU Jabar Kembali Cetak Kader Da'i Militan
Hari Jumat dalam Sejarah Nabi Muhammad: Hari Istimewa Umat Islam
Rahasia Membuat Seblak Enak dan Lezat ala Rumahan
Menghijaukan Pekarangan Rumah: Langkah Mudah Ciptakan Lingkungan Asri
Menjelang Harkopnas dan HJC ke-378, Ketua Terpilih Kopdes Sukasari Karangtengah Siapkan Kejutan