opini

Ilmu "Kebal" Jenderal Jusuf

Rabu, 21 Mei 2025 | 12:59 WIB
Ilustrasi| Revisi UU Kejaksaan Tuai Polemik, Islah Bahrawi: Jaksa Jadi Tukang Gebuk Penguasa yang kebal Hukum (Pexels/Sora Shimazaki)

Sukri, preman Mangkutana membuat ciut nyali aparat di Palopo ketika kota itu bergolak di media 80-an.

Preman Sukri punya senjata rakitan yang bukan saja ditakuti lawannya, tetapi juga aparat.

Kombes Jusuf Manggarabani yang baru ditugaskan di Palopo kemudian mendatangi markas sang preman.

Mengetahui kedatangan sang komandan Brimob, ia keluar dari sarangnya. Ia meminta Jusuf balik kanan ke markas. Sukri mengokang senjata.

"Tembak lah aku jika berani," kata Jusuf, membusungkan dada. Jaraknya tak lebih 100 meter dari Sukri.

Tiga kali Sukri men-dor posisi Jusuf. Tiga kali pula peluru rontok. Peluru terakhir ia tembakkan dengan maju selangkah, namun Jusuf menggeser langkah juga ke belakang.

Ia melepaskan peluru pertaruhan terakhirnya dan peluru seperti enggan menyentuh tubuh gempal sang kombes.

Anak buahnya yang berlindung di balik semak, ternganga. "Ilmu kebal," kata salah satu dari mereka.

Setelah Sukri kehabisan peluru, Jusuf melangkah menghajarnya. Ia menembak Sukri untuk melumpuhkannya.

"Bawa ke rumah sakit," katanya setelah Sukri tumbang dengan sekali tembakan.

Ia mengajarkan kepada anak buahnya tentang keadilan yang tak harus balas dendam.

Cerita itu melegenda. Namun, Jusuf tak pernah jumawa. Ia mengungkapkan rahasia kenapa dirinya seakan tak tertembus peluru Sukri.

"Saya sudah pelajari senjatanya, jarak jangkauan pelurunya saya sudah ketahui sebelum menghadapinya," katanya, enteng.

Namun, ini persoalan keberanian. Tak mudah untuk melakukan itu meski dengan penghitungan taktik perang kuno seperti itu.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB