Ia mengajak kita berdialog dengan empati, bukan saling menutup telinga. Maka marilah kita rawat perbedaan sebagaimana kita merawat taman: disirami dengan kasih, dipangkas dari prasangka, dan dijaga dari gulma kebencian. Karena dari situlah bunga-bunga persaudaraan tumbuh dan semerbaknya menyentuh langit.
Dalam arus deras peradaban yang kian deras, kita membutuhkan jangkar: nilai-nilai luhur yang membuat kita tak hanyut dan tak saling menenggelamkan.