Tidak ada satu pun yang berdiri sendiri
Melainkan saling memengaruhi
Pikiran, perasaan, dan tindakan
Terhubung dalam jalinan kehidupan
Tidak ada pemisah yang nyata
Antara aku, engkau, dan dia
Dalam alunan nyanyian semesta
Terjalin dalam harmoni yang sama
Kita tidak pernah sendiri
Benar-benar tidak pernah sendiri
Kita adalah bait puisi tak tertulis
Dalam bahasa semesta yang romantis
Kita tidak pernah jauh
Benar-benar tidak pernah jauh
Dalam diam, ditemukan kehadiran
Dalam riuh, ditemukan ketenangan
Tak perlu kata “selamanya”
Yang membuat yakin dan bertahan
Cukup satu kali kata setia
Yang menyatu dalam hati dan pikiran
Setiap tawa dan tangis yang kita bagi
Adalah kisah cinta yang tak henti-henti
Pada awal pagi atau penghujung malam
Yang disebut dalam setiap doa dan salam
Malang, 14 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cinta dari Langit (Bagian 1808)
Membangun Personal Branding yang Kuat di Era Digital
Gerakan Shalat, Rahasia Kesehatan dari Langit?
Persiapan Ziarah ke Wali Songo: Meraih Berkah dan Hikmah Perjalanan Spiritual
Alun-Alun Masjid Agung Cianjur, Ruang Publik yang Menyatu dengan Kehidupan Warga
Mutiara Pagi: Bersegeralah (Bagian 1809)
Siloka Program KDM 'Nyaah Ka Indung'
Istiqamah di Bulan Syawwal
Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Simbol Kemajuan Transportasi Indonesia
Pesona Pramugari Cantik di Balik Seragam yang Elegan