Kebaikan adalah kesempatan
Tidak selalu datang dua kali
Jika menunda-nunda melakukan
Penyesalan akan datang menghampiri
Waktu lapang adalah ujian
Waktu sempit adalah cobaan
Sehingga dari waktu ke waktu
Kesibukan selalu datang mengganggu
Dalam konteks kekinian
Bersegeralah, bukan sekadar anjuran
Tetapi sebuah ajakan
Agar tidak menunda-nunda kebaikan
Memberi bukan karena mampu
Tetapi karena memahami
Sehingga tidak menunggu-nunggu
Tidak ada beban yang menghalangi
Menjadikan kualitas sebagai budaya
Membiasakan kebaikan sebagai gaya
Menyeimbangkan kehidupan spiritual
Dengan kontribusi dan peduli secara sosial
Ada pengingat yang menyejukkan
Lebih mahal dari intan dan berlian:
Tangan yang memberi
Simbol kemuliaan dan kelapangan hati
Adapun tangan yang menerima
Bukanlah kehinaan dan tindakan tercela
Malang, 12 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Bedah Buku K.H. Ahmad Muhtadi: Seruan Pelestarian Nilai Perjuangan dan Keilmuan
Mutiara Pagi: Di Ujung Waktu (Bagian 1807)
Dedi Mulyadi adalah Kita, Pemimpin Regional Bercitarasa Global
Beasiswa Membangun Desa dan Tikar yang Belum Dibentang
Pemerintahannya Direcoki Jokowi, Prabowo Mengadu Kepada Megawati?
Mutiara Pagi: Cinta dari Langit (Bagian 1808)
Membangun Personal Branding yang Kuat di Era Digital
Gerakan Shalat, Rahasia Kesehatan dari Langit?
Persiapan Ziarah ke Wali Songo: Meraih Berkah dan Hikmah Perjalanan Spiritual
Alun-Alun Masjid Agung Cianjur, Ruang Publik yang Menyatu dengan Kehidupan Warga