Dalam dunia modern yang diliputi oleh hegemoni materialisme, kehampaan spiritual, dan krisis moral, Nuzulul Qur’an menjadi pedoman yang hakiki. Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca di atas lembaran mushaf. Ia juga menuntun dan mengarahkan setiap perilaku dan kesadaran kita sesuai dengan ajaran Sang Pencipta.
Sejarah telah membuktikan bahwa masyarakat yang berpegang teguh pada Al-Qur’an akan mencapai puncak kejayaan. Andalusia adalah contoh bagaimana peradaban Islam mencapai puncak ilmu dan kebijaksanaan ketika menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman. Sebaliknya, ketika umat Islam menjauhi Al-Qur’an, mereka terpuruk dalam kehinaan dan ketertinggalan.
Dengan demikian, pertanyaan yang muncul bukan tentang apakah Al-Qur’an masih relevan di zaman ini? Namun, apakah kita selalu bersedia menjadikan Al Qur’an sebagai cahaya dalam perjalanan hidup kita. Sebab, kegelapan tak akan pernah lenyap dengan sendirinya tanpa cahaya yang mampu mengusirnya.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.