Oleh: Fariza Andika Putra (Petani muda asal Cianjur)
Pemuda menjadi aset penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Di tangan pemudalah estafet kepemimpinan bangsa ini, dan langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan internasional, serta memastikan regenerasi petani di Indonesia.
Hal ini semakin relevan dengan munculnya petani milenial yang kini semakin berperan di sektor pertanian.
Petani milenial, yang didefinisikan sebagai mereka yang berusia 19 hingga 39 tahun, dikenal adaptif terhadap teknologi digital dan inovasi pertanian.
Generasi ini cenderung lebih tertarik pada bidang yang berbasis teknologi, sehingga pertanian perlu dikemas sebagai industri yang modern dan menguntungkan.
Di era modern ini, profesi petani tidak lagi menjadi pilihan utama bagi anak muda.
Di era modern dan teknologi seperti sekarang, profesi petani tak lagi banyak dilirik oleh generasi masa kini. Ditambah lagi, lahan pertanian semakin sempit akibat industrialisasi.
Namun, inilah pentingnya peran petani milenial dalam menjaga ketahanan pangan negara.
Sebagai negara yang kaya dengan lahan pertanian, Indonesia harus dikelola oleh generasi milenial yang kreatif dan inovatif. Mereka harus mampu memunculkan wajah baru petani modern.
Ayo para calon petani milenial untuk kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional.
Petani milenial harus punya mindset untuk mempertahankan ciri khas negara kita yang memiliki ketahanan pangan sendiri. Jangan kalah dengan petani kolonial.
Dengan kreativitas dan semangat generasi muda, sektor pertanian diharapkan dapat berkembang lebih modern dan berkelanjutan, menjawab tantangan ketahanan pangan global dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.