Dunia hanya tiga hari
Petuah dari seorang sufi
Kemarin yang telah berlalu
Jejak yang telah membisu
Hanya bisa dibaca
Namun tidak akan kembali
Telah menjadi nostalgia
Yang tak bisa disentuh lagi
Hari ini yang kita jalani
Panggung di mana kita berdiri
Keajaiban masih bisa direngkuh
Dengan cara bersungguh-sungguh
Jika hari ini diabaikan
Akan berakhir dengan kesia-siaan
Ibarat kado yang sedang dibuka
Namun tidak berisi apa-apa
Esok belum tentu kita temui
Menggantung di langit kemungkinan
Karena semua hanyalah mimpi
Yang masih dalam perencanaan
Esok adalah ilusi
Yang sering digenggam erat
Seakan-akan telah kita miliki
Padahal belum tentu didapat
Hiduplah di antara keduanya
Yang benar-benar menjadi milik kita
Jangan tenggelam dalam bayang-bayang
Hari kemarin maupun yang akan datang
Stbd, 23 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menyambut Bulan Suci Ramadan Dengan Hati yang Riang
Mutiara Pagi: Menuju Rida Ilahi (Bagian 1778)
Awas, Bahaya Laten Fasisme!
Diplomasi Seorang Raja
Mutiara Pagi: Kebajikan (Bagian 1779)
Retret ala Prabowo: Perspektif Teori Jarum Suntik
Gotong Royong sebagai Jembatan Pemecah Sekat Keterpisahan di Masyarakat
Strategi GP Ansor Karangtengah Cianjur: Menyatukan Ideologi Kuat, Intelektual Hebat, dan Ekonomi Sehat
Prof. Mahmud Zaki VS Wajah Akademisi Masa Kini
Ketika Mesin Mulai Cerdas Berpikir, Pertanyaan Filosofis Mulai Bermunculan