opini

Kala Belanda Angkat Mufti di Hindia Timur

Rabu, 19 Februari 2025 | 05:39 WIB
Ilustrasi peta Indonesia (Canva)

KENAPA BANYAK GUS ATAU KYAI YANG TUNDUK BA’ALWI?

Dalam histori sejarah, klan ba’alwi ini paling handal merubah, memalsu apapun agar bisa terhubung bahkan perkara yang mustahil atau hukum agama sekalipun, kemudian dihubung-hubungkan dengan klannya agar supaya membawa keberuntungan bagi golongannya meskipun dengan cara-cara yang tidak baik. Sehingga siapapun akan tunduk dan takut kualat, terumata gus, ustadz, maipun kyai online itu. (Lihat ratib imam rifai di rubah jadi rotibul haddad dan pemalsuan yang lainya)

Jadi intinya klan ini memang dari jaman nenek moyangnya permainan nya hanya di seputaran agama saja untuk membodohi orang agar bisa dibikin babak belur pemikiranya karena ini memang tujuannya, sehingga bisa dijadikan budak-budaknya meskipun orang tersebut bergelar gus, ustadz atau kyai atau orang berilmu sekalipun.

PENUTUP

Itulah sedikit ulasan sedikit kenapa usman bin yahya diangkat belanda untuk serta ikut andil membantu penjajahannya ke indonesia, semua bertujuan untuk memenangkan belanda dan melemahkan serta memperbudak kaum muslimin di indonesia, oleh karena itu sebelum terbukti nasabnya palsu, pasti jualanya nama nabi. Sering lihat nabi, nabi berpesan untuk anda semua, jangan sakiti cucu nabi, kemudian ingin menyenangkan orang surabaya mereka katakan nabi sering tawaf di surabaya dan pembodohan-pembodohan yang lainya yang mengatasnamakan nama nabi dengan cerita yang tak ada habisnya itu.

Terakhir, yahudi ya yahudi saja, yahudi mana bisa jadi cucu nabi. Jadi terima takdir saja sebagai yahudi tulen, dan hal ini benar apa yang dikatakan mbah mufid, bahwa semua orang yang dibawa osman bin yahya yang ikut belanda itu adalah yahudi. Di yaman sendiri aslinya mereka ini imigran, dalam ensiklopedi yahudi yang saya baca ada yang mengatakan dari bagian eropa. (Lihat sejarah yahudi yaman)

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB