Sepuluh Karakteristik Kepemimpinan Ibrahim AS

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 12 Juli 2023 | 05:44 WIB
eneladani kisah Nabi Ibrahim AS. (Freepik/nikitabuida)
eneladani kisah Nabi Ibrahim AS. (Freepik/nikitabuida)

 
Oleh: Shamsi Ali

Sebagaimana biasanya kunjungan saya ke Indonesia selalu padat dengan undangan ceramah, seminar dll. Seringkali yang ingin didengarkan oleh masyarakat Indonesia dari saya lebih kepada bagaimana Islam dan perkembangannya di Amerika Serikat dan dunia internasional secara umum

Namun kali ini agak berbeda. Dalam beberapa hari terakhir saya berada di Indonesia saya justeru sering diminta menyampaikan ceramah tentang kepemimpinan dalam Islam. Mungkin juga karena sebuah kebutuhan khusus. Apalagi dalam konteks memasuki musim politik di Indonesia. Dan lebih khusus lagi menjelang pilpres maupun pileg yang sudah mulai memanas.

Dalam menyampaikan materi kepemimpinan dalam Islam tentu saya ingin ada konteks tertentu. Karenanya, ceramah-ceramah saya tidak lepas dari konteks keumatan hari-hari terakhir. Salah satunya yang terpenting adalah perayaan Idul Adha. Dan lebih khusus lagi relevansinya kepada figur di balik dari Idul Adha atau Korban; Ibrahim alaihis salam.

Dan karenanya saya mengambil hikmah-hikmah kepemimpinan dari perjalan sejarah panjang hidup dan perjuangan Ibrahim AS. Bahwa semua rentetan perjalanan sejarah hidup dan perjuangannya mengandung nilai-nilai yang sarat dengan kepemimpinan.

Baca Juga: KPK Lantik 66 Penyelidik dan Penyidik

Berikut sepuluh karakteristik dasar kepemimpinan Ibrahim AS:

Satu, kepemimpinan Ibrahim itu terbangun di atas prinsip yang kokoh. Kepemimpinan yang tidak mudah goyah dan terwarnai oleh rongrongan dan pengaruh apapun. Tapi kokoh dalam memegang prinsip-prinsip dasar dan nilai (value) yang diyakininya.

Hal tersebut tersimpulkan dari sikap Ibrahim AS terhadap kesyirikan pada masanya. Beliau terlahir di tengah masyarakat musyrik, bahkan ayahnya adalah pembuat patung, tapi beliau kokoh memegang prinsip. Tidak terpengaruh dan hanyut dalam kesyirikan masa itu.

Dua, kepemimpinan Ibrahim itu berbasis kepintaran. Terminologi yang sering kita dengarkan adalah fathonah. Ketajaman akal atau kepintaran menjadi karakter dasar kepemimpinan Ibrahim AS.

Hal di atas tersimpulkan dari beberapa hal. Satu di antaranya adalah bagaimana proses Ibrahim AS dalam menemukan ketauhidan. Dari bintang-bintang, bulan, hingga matahari, disangakanya sebagai tuhan. Namun dengan ketajaman akal itu pulalah beliau menemukan “ketauhidan” yang sejati.

Tiga, kepemimpinan Ibrahim AS itu juga berkarakter skill komunikasi yang mumpuni. Bahwa Ibrahim mampu mengkomunikasikan ide/pemikirannya secara baik dan efektif.

Hal itu tersimpulkan dari kelihaian dan kehebatan Ibrahim AS dalam merespon dan mengkomunikasikan kebenaran Tauhid kepada sang raja Namrud yang angkuh itu. Bagaimana soliditas komunikasi dan diplomasi yang dimiliki Ibrahim menjadikan sang raja terdiam (fabuhita), gagal merespon poin-poin yang disampaikan Ibrahim AS.

Empat, Kepemimpinan Ibrahim itu melalui proses panjang, penuh dengan pelatihan-pelatihan yang dahsyat. Kepemimpinan Ibrahim bukan kepemimpinan karbitan. Bukan juga kepemimpinan “mumpung”. Tidak dikarbitkan oleh kepentingan dan duit. Apalagi karena hanya karena kesempatan dalam kesempitan alias mumpung.

Hal di atas disimpukan dari rentetang ujian (cobaan) yang ditimpakan kepada Ibrahim AS. Dari upaya asasinasi dengan dibakar hidup-hidup, hingga ujian memotong anak satu-satunya yang dia cintai. Semua itu menjadi tangga menuju kepada kepemimpinan yang dijanjikan (ja’iluka linnaas imaama).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X