UIN Membutuhkan Pemimpin Hibrida, Bukan Butuh Simbol Identitas

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 8 Juli 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi pemimpin UIN masa depan. (FOTO: AI)
Ilustrasi pemimpin UIN masa depan. (FOTO: AI)

Pada akhirnya, pemimpin hibrida bukanlah pemimpin yang memiliki semua kelebihan secara personal, melainkan pemimpin yang mampu membangun sistem, memahami kultur organisasi, menggerakkan manusia, dan mentransformasikan institusi.

Dan semua itu selalu bermula dari dua fondasi yang tidak boleh diabaikan, yakni: "kepemimpinan administratif yang menghadirkan efektivitas organisasi dan kepemimpinan organik yang menghadirkan legitimasi sosial". Tanpa dua kekuatan tersebut, karisma hanya menjadi pesona, literasi hanya menjadi wacana, dan transformasi hanya berhenti sebagai retorika.

Pengamat Sosial yang Merdeka

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sekolah Garuda dan Kasta Baru Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:35 WIB
X