Riuh dalam Diam: Refleksi tentang Stereotip dan Kesetaraan Gender

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 29 Mei 2026 | 06:21 WIB
Silvia Khaerani Agustiani, kader Komisariat Kopri PMII STAI Kharisma Sukabumi. (FOTO: Ist)
Silvia Khaerani Agustiani, kader Komisariat Kopri PMII STAI Kharisma Sukabumi. (FOTO: Ist)

Catatan Refleksi

Isu gender sejatinya adalah tentang kemanusiaan. Ketika kita meruntuhkan dinding-dinding stereotip:
1. Perempuan diberikan ruang yang aman untuk memimpin, berkarya, dan mandiri tanpa takut dihakimi atas pilihan domestiknya.
2. Laki-laki diberikan kebebasan untuk mengekspresikan emosi, merawat, dan berbagi peran tanpa takut kehilangan harga dirinya.

Kesetaraan gender bukanlah tentang membuat semua orang menjadi sama, melainkan memastikan bahwa setiap individu terlepas dari apa gendernya memiliki hak, kesempatan, dan kebebasan yang sama untuk menentukan masa depannya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X