Layakkah Desain Pendidikan Ki Sunda Kontemporer Diterapkan?

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 27 Mei 2026 | 16:56 WIB
ilustrasi pendidikan
ilustrasi pendidikan

Sajarah & Filsafat Sunda Praktis: Bukan hanya mengetahui kronologi raja, melainkan studi kasus. Misalnya, membedah alasan sistem leuit efektif untuk ketahanan pangan, bagaimana konflik adat diselesaikan di kasepuhan, hingga logika ekologi di balik pamali.

Etika Tri Tangtu: Latihan membedah kasus nyata. Contohnya: “Jika ada perusahaan mau membuka tambang di hulu, keputusan apa yang selaras dengan Buana Nyungcung, Panca Tengah, dan Larang?”

B. 40% - Literasi Zaman (Core Skills)

Semua mata pelajaran umum diajarkan lewat kasus nyata di tanah Sunda.

Sains: Belajar fotosintesis lewat padi huma, belajar hidrologi lewat sistem irigasi subak atau tirta, serta belajar biologi lewat tanaman obat Sunda dan hal lain yang diselaraskan dengan kehidupan sehari-hari.

Matematika & Ekonomi: Belajar statistik lewat data panen desa, serta belajar ekonomi lewat koperasi kopi dan perhitungan biaya ekologi.

Teknologi: Memanfaatkan coding untuk membuat aplikasi kamus Sunda, menggunakan sensor IoT untuk monitoring leuit, mendesain arsitektur rumah panggung lewat 3D design, hingga pemanfaatan AI untuk mempromosikan produk lokal.

Seni: Pencak Silat, Degung, Jaipong, dan Wayang Golek diajarkan sebagai media komunikasi publik dan storytelling modern, bukan sekadar pertunjukan panggung.

C. 30% - Proyek Komunitas

Setiap siswa wajib memiliki satu proyek nyata selama satu tahun yang berfungsi menyelesaikan masalah di desanya. Contohnya meliputi:

Sistem penampung air hujan dan edukasi warga.

Bank benih lokal dilengkapi katalog digital.

Pasar tani online untuk komoditas petani organik.

Revitalisasi situs adat menjadi ruang belajar terbuka.

Proyek ini dinilai bersama oleh guru, kokolot desa, dan ahli eksternal. Siswa berhak mendapat nilai A jika proyeknya terbukti dipakai dan bermanfaat bagi warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB
X