Agar transisi energi tidak meninggalkan jejak kerusakan, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah korektif:
1. Moratorium dan Evaluasi: Memberlakukan penghentian sementara untuk aktivitas berisiko tinggi hingga dilakukan evaluasi independen yang transparan oleh pakar lintas disiplin.
2. Reinforcement Prinsip Kehati-hatian: Menempatkan prinsip ini sebagai pilar utama, terutama pada zona penyangga taman nasional dan daerah resapan air.
3. Reformasi Partisipasi: Memastikan mekanisme keterlibatan publik berbasis informasi yang jujur dan bebas dari tekanan.
4. Inklusi Etika Kebijakan: Menyusun kerangka transisi energi yang memasukkan indikator keadilan ekologis dan keberlanjutan lintas generasi.
Energi hijau tanpa fondasi etika berisiko hanya memindahkan beban kerusakan ke ruang dan waktu yang berbeda. Kita tidak boleh mengulang pola eksploitasi yang sama di kawasan sensitif lainnya.
Transisi energi yang berkelanjutan menuntut kebijakan yang tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga menjaga martabat lingkungan dan kepercayaan rakyat.
Artikel Terkait
Awali Tahun 2026 dengan Energy Reset dan Kembali ke Alam Bersama Le Eminence Puncak
Persis Solo vs Persib: Hodak Beri Peringatan Serius, Kurzawa Ditinggal di Bandung
Enggan Saling Sikut di Persib, Ini Penilaian Dewangga terhadap Layvin Kurzawa
Persib Dapat Amunisi Tambahan Hadapi Persis Solo, Jung Siap Perjuangkan Hasil Maksimal
Head to Head Persis Solo vs Persib: Rekor Pertemuan Kedua Tim, Siapa Lebih Unggul?
Polemik Konfercab Resmi Berakhir, Nur Alim Abdul Gani dan Telah Mutia Sah Pimpin PC dan KOPRI PMII Cianjur
Mutiara Pagi: Terus Melangkah (Bagian 2106)
2 Lokasi Nobar Persib Lawan Persis Solo di Bandung, Cek Harga Tiket dan Lokasinya
Duel Persis vs Persib Sore Ini: Bojan Hodak Tegas Minta Kerja Keras Pemain
PREVIEW Persis Solo vs Persib: Maung Bandung Waspadai Kekuatan Baru Lawan