Kerinduan Tak Terbendung pada Rasulullah SAW, Refleksi Ziarah Menurut Mbah Moen dan Dalilnya

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 18 Juni 2025 | 21:26 WIB
Ilustrasi jemaah haji sedang berada di depan Kabah. (Unsplash/Haidan)
Ilustrasi jemaah haji sedang berada di depan Kabah. (Unsplash/Haidan)

Journalnusantara.com - KH. Maimoen Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, seringkali berbagi kisah mengharukan dari masa muda ayahnya, Kiai Zubair. Kiai Zubair menyaksikan sendiri bagaimana rombongan dari Makkah menuju Madinah mengalami fenomena luar biasa.

Kendaraan mereka, seperti unta atau keledai, akan berlari kencang tanpa kendali saat mulai melihat kubah hijau yang menjadi penanda Makam Rasulullah SAW. Mereka seolah tak terbendung, didorong oleh kerinduan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Fenomena yang penuh makna ini juga terekam dalam syair-syair indah Imam Ibnu Daiba’, yang menggambarkan betapa dahsyatnya kerinduan tersebut:

ألـم ترها وقد مدت خطاها وسالت من مدامعها سحائب

"Tidakkah engkau lihat unta itu semakin cepat langkahnya, bercucuran deras dari matanya, bagaikan hujan yang tercurah dari mendung."

فدع جذب الزمام ولا تسقها فقائد شوقها للحي جاذب

"Maka biarkanlah, jangan tarik tali kekang dan janganlah kau menggiringnya, karena yang menariknya adalah kerinduan pada Nabi Muhammad."

فهم طربا كمـاهامت والاَّ فانَّكَ فِـى طريقِ الـحبِّ كاذب

"Luapkanlah rasa cintamu sebagaimana yang dilakukan unta, dan jika tidak, maka cintamu pada Nabi adalah dusta."

اَما هذا العقيق بدا وهذى قِبابُ الحيِّ لاحتْ والـمضارب

"Perhatikan, kota Aqiq telah nampak, dan inilah kubah Nabi yang terang cahayanya."

وتلك القبة الخضراء فـيها نبي نوره يجلو الغياهــب

"Dan itulah kubah yang hijau dan Nabi bermakam di sana. Seorang Nabi yang cahayanya menerangi kegelapan."

Mbah Moen menyayangkan, di masa sekarang, banyak umat yang "tertipu" oleh amal atau mungkin karena kurangnya pemahaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB

Menenun Kebangkitan Adab

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB
X