Bahaya Kepemimpinan yang Tidak Kompeten, Refleksi dari Kutipan Denis Fonvizin

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 4 April 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi pemimpin terkaya di Provinsi Sumatera Barat yang didominasi sosok berlatar belakang pengusaha.  (pexels.com - Anders Kristensen)
Ilustrasi pemimpin terkaya di Provinsi Sumatera Barat yang didominasi sosok berlatar belakang pengusaha. (pexels.com - Anders Kristensen)

Kutipan dari Denis Fonvizin mengingatkan kita akan bahaya besar yang dapat muncul dari kepemimpinan yang tidak kompeten.

Pemimpin yang tidak memiliki kecerdasan, wawasan, atau kebijaksanaan yang memadai dapat menimbulkan dampak buruk, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat atau kelompok yang dipimpinnya.

Dalam konteks ini, Fonvizin menyoroti betapa pentingnya peran kecakapan dalam kepemimpinan.

Seorang pemimpin yang tidak cakap dalam membuat keputusan sering kali bertindak tanpa pertimbangan yang matang, bahkan mungkin lebih terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok kecil.

Kondisi ini bisa menyebabkan kebijakan yang tidak adil atau bahkan merusak tatanan sosial dan organisasi.

Alih-alih membawa kemajuan, kepemimpinan semacam ini dapat menciptakan ketidakstabilan dan ketidakadilan, yang pada gilirannya merugikan banyak orang.

Kutipan ini juga mengingatkan kita untuk memilih pemimpin yang bukan hanya berkompeten secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam mengambil keputusan yang berdampak luas. Pemimpin dengan integritas akan selalu mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengutamakan kompetensi dan nilai-nilai moral dalam memilih pemimpin yang akan menentukan arah dan masa depan suatu kelompok atau bangsa.

Sebuah kepemimpinan yang bijak dan adil akan membawa kemajuan, sedangkan kepemimpinan yang dikuasai oleh ketidakmampuan hanya akan mengarah pada kehancuran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X