Saya akan mengakhiri catatan ini dengan mengingatkan kita semua bahwa dari sekian banyak hikmah perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, sholatlah yang menjadi tema sentra dari semuanya. Jika ini dikembalikan kepada konteks latar belakang perjalanan Isra Mi’raj karena tantangan dan kesulitan yang dihadapi ketika itu, maka dapat dikatakan Sholat sesungguhnya diberikan sebagai kunci pintu keluar dari berbagai tangangan dan kesulitan.
Untuk umat ini Sholat adalah Mi’raj. Perjalan vertikal bagi mereka secara ruhiyah bertemu Tuhan dan menyampaikan segala keluh kesah dan harapan. Sholat pada akhirnya menjadi tiang agama, pembeda antara keimanan dan kekafiran, dan penentu diterima atau ditolaknya segala amalan kita (pertama dihisab di hari Kiamat nanti).
Semoga kita semua mampu menjaga Sholat-Sholat kita. Mampu mengajarkan Sholat kepada anak dan generasi kita. Karena kehancuran generasi salah satunya ditandai oleh “mereka meninggalkan Sholat”(adho’us Sholawat).
Semoga Allah jaga kita semua. Amin!
Bersambung….!
*Direktur Jamaica Muslim Center / Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: DeepSeek (Bagian 1762)
Presiden Pro Petani
Wartawan dan LSM Klarifikasi Statement Menteri Desa PDT Terkait Ucapan LSM & Wartawan Bodrex
DEMA STAI Al-Azhary Cianjur Jemput Bola! Sosialisasi PMB di SMK Nurul Islam Disambut Antusias
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 06
Mutiara Pagi: Kehadiran (Bagian 1763)
Tela Mutia dan Siti Aisyah Resmi Mendaftar sebagai Calon Presma STISNU Cianjur
Perkuat Kepemimpinan Siswa, SMA Al-Istiqomah Karangtengah Gelar LDKS
Treatment Tanam Sayuran, Agro Kader Siap Supply ke Berbagai Konsumen
Mutiara Pagi: Impian (Bagian 1764)