Mengenang Muhammad Yamin
Dia dikenal sebagai sastrawan
Sejarawan dan budayawan
Politikus dan ahli hukum yang dihormati
Pahlawan nasional di negeri ini
Ketegasannya, kasih yang tak lunak
Menghargai siapa pun yang berani bertindak
Mendewasakan jiwa yang lemah
Memberi solusi atas sejumlah masalah
Dengan sajak ia mengajak
Kesewenang-wenangan harus ditolak
Dengan puisi bangkitkan harapan
Menjadi nyala dalam gelap penindasan
Kata-katanya berbisik lirih
Namun garang tak tebang pilih
Ia hadir dengan gagasan terang
Demi anak bangsa di masa mendatang
Di meja diskusi
Sangat rendah hati
Di lembar perundingan
Membela bangsa dengan keberanian
Sajakmu, Yamin, tak pernah padam
Jasa-jasamu tak akan pernah tenggelam
Di bawah langit Nusantara yang luas
Ajari kami, menyulam kata yang tegas
Bukan kata-kata penuh curiga
Hanya berpikir orang lain bersandiwara
Sehingga dunia terasa gelap
Tertutup kedengkian yang tak pernah lenyap
Malang, 31 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cukup Waktu (Bagian 1651)
Mutiara Pagi: Menjadi Diri Sendiri (Bagian 1652)
Mutiara Pagi: Kita Bintang di Langit yang Sama (Bagian 1.653)
Mutiara Pagi: Seperti Jejak di Pasir (Bagian 1655)
Kumpulan Voucher Vidio Untuk Menunjang Kenikmatan Menonton Film
Pilkada: Pusaran Gaya Politik Kontroversial Versus Gaya Politisasi Agama
Australia Tidak Berani Menyerang Atau Indonesia yang Tidak Mau Merebut Bola?
Militeristik, Soal Pendekatan Atau Memang Menjadi Karakter?
Mutiara Pagi: Jangan Asal Bicara (Bagian 1656)
Pengamat: Semoga Budiman dan Ara Bisa Bekerja Tidak di Bawah Tekanan