Kemarau yang meranggas dedaunan
Menggulung angin penuh kesejukan
Kita berdiri pada titian yang berbeda
Memahami rupa yang tak sama
Kau datang dengan penuh harapan
Aku melangkah dengan asa perlahan
Menyeberangi lautan perbedaan
Merajut makna dalam kebisuan
Di antara aneka ragam perbedaan
Jembatan yang kita bangun perlahan
Setiap detak, setiap hela
Ada senyum yang meneduhkan rasa
Dalam tatapan penuh tanya
Kita bintang di langit yang sama
Sejatinya kita adalah bersaudara
Terpisah oleh samudera cerita
Di kala musim penghujan tiba
Biarlah perbedaan tetap ada
Karena cinta tak pernah meminta
Selain kesetiaan yang selalu dijaga
Hiruk pikuknya perbedaan
Yang mengguncang kesabaran
Yakinlah, akan ditemukan jalan
Menuju ke arah perbaikan
Malang, 27 Oktober 2024
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Bukit Asam Sinergi dengan KAI dan Semen Baturaja Guna Meningkatkan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati
Akbar Yanuar
Balaghah dan Hubungannya dengan Ilmu Stilistika
Dihadiri PAC Karangtengah, Kajian Perdana PR GP Ansor Desa Sabandar Berlangsung Khidmat dan Lancar
Santri Itu Penghulu Perubahan
Permintaan Penumpang Naik, Kereta Cepat Tambah Perjalanan
Mutiara Pagi: Bangunlah Jembatan (Bagian 1651)
Mutiara Pagi: Sumpah Itu Memanggilmu (Bagian 1654)
Mutiara Pagi: Cukup Waktu (Bagian 1651)
Mutiara Pagi: Menjadi Diri Sendiri (Bagian 1652)