Sumber dari segala kejahatan, baik itu dilakukan dalam skala kecil maupun besar, adalah kebohongan.
Dalam Islam, setiap perbuatan dan perkataan yang disampaikan harus berdasarkan pada fakta dan kejujuran, perbuatan menyebar konten editan, berita palsu, gosip issu dan fitnah adalah dosa besar.
Dalam sebuah hadis sahih yang sangat terkenal diriwayatkan Imam Muslim telah dijelaskan siapa saja orang yang akan bangkrut kelak di akhirat atau muflis, hadist tersebut memberikan pembelajaran sangat berharga memberikan.
Pembelajaran tentang spirit muhasabah dalam ber medsos dengan selalu mengaudit atas modal usia dan amal diri yang telah diberikan Allah SWT dalam interaksi sosial sebagai berikut:
Pertama, sadari bahwa penyebaran berita hoax, caci maki dan ujaran kebencian adalah kejahatan sosial yang akan menjadi faktor penyebab kebangkrutan amal seseorang.
Jika perbuatan itu dilakukan setiap saat maka neraca kesalehan seseorang ketika ditimbang dengan kejahatan sosialnya akan berkurang dan otomatis menjadi lebih ringan sehingga seseorang menjadi 'tekor bandar' pinjam istilah dalam dunia perniagaan yang pada akhirnya mengalami kebangkrutan.
Kedua, bahwa orang yang banyak ibadah ketika didunia bisa malah celaka dan bangkrut di akhirat, jika dia suka share konten provokasi adu domba, menebarkan kebencian dan caci maki.
Apalagi jika ikut memproduksi melalui cara-cara yang tidak halal bahkan cenderung menghalakan segala cara dalam membuat kebohongan dan menebar permusuhan.
Ketiga, orang yang muflis itu pasti merugi di akhirat karena neraca keburukan amalnya lebih berat daripada semaian amal salehnya.
Oleh karena itu, Alquran mengingatkan kepada kita bahwa agar tidak merugi, kita harus mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal saleh.
Maka, hentikan debat kusir dan fitnah nasab di medsos! marilah saling menasihati untuk menaati kebenaran dan menghiasi diri dengan kesabaran (QS Alashr [103]: 1-3), fokus pada amal ibadah sendiri saja, stop dan delete semua konten kebencian.
Artikel Terkait
Cara Menjaga Diri dari Perkara Haram dan Syubhat
Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia
Gerakan Menuju Kemandirian Pangan
Manisnya Iman
Mutiara Pagi: Tanggapi dengan Senyum (Bagian 1639)
Peresmian Istana Negara di Ibu Kota Nusantara
Menggugat Tata Ruang Pertanian
Rebutan Panggung
Siksaan yang Paling Ringan di Neraka
Mutiara Pagi: Segerombolan Semut (Bagian 1640)