Kita bisa belajar
Untuk memilah yang benar
Bukan seperti segerombolan semut
Yang hanya menjadi pengikut
Keluarlah dan belajarlah sesuatu
Agar tidak terperjara oleh hawa nafsu
Karena Jamaluddin Rumi berkata
Hawa nafsumu ibu dari semua berhala
Sehingga untuk membedakan
Antara emas dan sampah
Diperlukan sebuah kecerdasan
Bukan otak yang berisi sampah
Karena sampah akan berguna
Di tangan orang yang tepat
Namun emas tidak ada nilainya
Di tangan orang yang suka menyacat
Usaha dan keberanian
Memang sangat diperlukan
Namun tetap butuh kerendahatian
Agar tidak seperti orang kesurupan
Kita hidup dalam budaya
Yang kaya dengan peradaban
Sehingga tidak bisa seenaknya
Seperti orang yang kerasukan
Mereka yang tidak bicara
Bukan berarti takut
Mungkin hanya tertawa
Melihat segerombolan semut
Kalau seorang Ibnu Sina
Paling takut pada takut sapi
Ada pelajaran berharga
Agar kita selalu berhati-hati
Sebab sapi punya tanduk
Namun tak punya akal
Sehingga bisa berakibat buruk
Karena perilakunya yang brutal
Jakarta, 13 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Cara Menjaga Diri dari Perkara Haram dan Syubhat
Solusi Diversifikasi Pangan
Hati- hati dengan Pencitraan
Presiden Jokowi Resmikan RS Hermina di IKN Senilai Rp 650 Miliar
Kemenag Optimistis Pesantren Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Bangsa, 432 Ponpes Sudah Punya Badan Usaha
Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia
Gerakan Menuju Kemandirian Pangan
Manisnya Iman
Thank You Amerika!
Mutiara Pagi: Tanggapi dengan Senyum (Bagian 1639)