Oleh: Herman Afandi
Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi, waktu berputar kapan saja.
Maka jangan merendahkan siapapun dalam hidup ini. Sepatutnyalah kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah DIRI kita sendiri.
Kita mungkin berkuasa tapi waktu lebih berkuasa daripada kita.
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.
Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan dan bukan hanya diam di dermaga.
Manusia dilahirkan untuk mengarungi kehidupan dan bukan menunggu kehidupan ini berakhir.
Mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai yg akan dihadapi tetapi itulah seni dari kehidupan.
Terus kembangkan layar dan nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.
Jangan takut jatuh & salah, setiap kesalahan yg dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
Jangan sesali dan mengulanginya. Sesalilah jika tidak berubah.
Mendung bukan untuk membuat langit jadi gelap tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan.
Luka bukan untuk menyiksa tetapi untuk menyadarkan bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa”
Artikel Terkait
Akhir Pendidikan, Taruna TK. IV AAU Berpamitan Kepada Wakil Gubernur DIY
Tak Terduga! Luna Maya Memakai Hijab, Netizen Bilang Begini
Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Direnovasi, Selesai Agustus 2024 Bakal Dipasang VAR
Poster Jenaka dalam Secangkir Kopi Peradaban
Pilkada Cianjur Adu Gengsi Golkar Vs PDIP, Siapa Menang ?
Menguji Komitmen Politik Herman-Ibang dalam Lingkar Tradisi Politik Santri
Denny JA Terbitkan Buku Ekspresi Harian Pilpres 2024
Penumpang Kereta Cepat Terus Meningkat
Hentikan Operasi Ilegal Bank Tanah di Lokasi Prioritas Reforma Agraria Cianjur
Bermain Boardgame Lingkungan Bersama Telkom University