'Rush Money' ala Muhammadiyah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:59 WIB
Ilustasi Teller bank (ist)
Ilustasi Teller bank (ist)

Bahkan dulu pernah wagub Jabar Dedy Mizwar memberi semacam bocoran kalau salah satu pentolan 9 naga si James Riyadi gusar bagaimana lembaga dakwah non profit seperti Muhammadiyah bisa memiliki aset lebih besar dari seluruh jaringan bisnisnya di group Lippo. Hal yang membuat JR maupun TW tak bisa "membeli" Muhammadiyah terutama untuk mendukung pilihan politik yang didukung 9 naga seperti organisasi keagamaan lainnya yang sangat menikmati semua fasilitas dan panggung sosial, politik, ekonomi selama sepuluh tahun/dua periode rezim terakhir ini.

Muhammadiyah benar benar tak terbeli!

Muhammadiyah benar benar tak bergeming oleh rayuan rayuan politik 9 naga itu.

Dan yang terakhir dan paling dikhawatirkan banyak pihak adalah bahwa rush money Muhammadiyah ini sebetulnya adalah langkah awal dari rencana persyarikatan untuk membangun bank sendiri yang artinya Bank Muhammadiyah sedang dalam agenda yang mulai akan dijalankan sebab memang sudah selayaknya Persyarikatan Muhammadiyah mempunyai lembaga perbankan sendiri sebagai salah satu AUM yang mandiri dari pemerintah dan bermanfaat bagi semua umat entah dari organisasi manapun dan agama apapun.

Lagipula Muhammadiyah sudah memenuhi semua syarat dan kapasitas untuk memiliki sebuah lembaga perbankan sendiri bukan?

Dan sesuai edaran yang telah dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah kepada seluruh rektor kampus kampus Muhammadiyah, AUM dan seluruh pengurus aset Muhammadiyah untuk mulai melakukan penarikan dan penutupan rekening di BSI maka kita saksikan saja sambil mendoakan agar proses rush money ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Karena jangan jangan BSI tidak sanggup segera mencairkan seluruh dana milik Muhammadiyah dan sibuk mencari pinjaman dari bank bank lainnya buat memenuhi perintah penarikan tutup buku organisasi terkaya, terkuat dan termodern ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X