Dari berbagai sumber, yaitu entri "Nahdatul Ulama" dalam Ensiklopedia University of Cumbria, Division of Religion and Philosophy, lihat pula sumber sejarah NU yaitu A History of Modern Indonesia Since c.1200. Stanford: Stanford University Press, yang ditulis Ricklefs.
Lihat pula Herbert Feith dalam bukunya The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Equinox Publishing. Dari ketiga sumber sejarah NU yang ditulis oleh imuwan Barat ini semua telah memastikan bahwa pendiri NU adalah kiai-kiai asli Nusantara, terutama peran utama Syaikhona Kholil Bangkalan, dan pendiri utamanya yaitu Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy'ari. Dari tiga buku di atas tidak sama sekali menyebut habib Ba'Alawi ikut berperan dalam pendirian Nahdlatul Ulama.
Tiga contoh cerita-cerita ngawur yang disampaikan oleh habib-habib Ba'Alawi tidak lebih dari pembohongan publik yang merusak agama dan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Adalah kewajiban kita untuk meluruskannya, bukan membela apa yang mereka dustakan itu. Nalar zaman kita adalah nalar kebenaran dan keadilan, untuk merobohkan penjajahan doktrin dan dogmatik.
Serang 18 April 2024
Artikel Terkait
Tim Hukum AMIN Siap Menyerahkan Kesimpulan Hasil Sengketa PHPU Pilpres 2024 ke Tangan MK
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Pendongeng Terkenal Hibur Pengguna Jalan
Pendeta Gilbert dan Agama Paradoks
Stress Jadi Pemicu Orang Merokok
Ingin Berhenti Merokok? Jangan Dekati Perokok
Konsumsi Makanan Sehat Tekan Selera Ingin Kembali Merokok
Peristiwa Gugurnya Bripda Oktavianus Buara dalam Serangan di Papua, Semakin Mencekam
Asep Yusup Siap Jungkir Balik Untuk Kemajuan Cianjur
Aa Fawa Alumi Ponpes Gontor Ramaikan Bursa Pilkada Cianjur
Kursi Ketua DPRD Cianjur, Milik Siapa?