Dialog dan Himbauan Dari Forum Gantha Sahitya Untuk Indonesia Damai

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 30 Januari 2024 | 13:18 WIB
 Ilustrasi - Monas dengan latar Jakarta yang berpolusi (16/8/2023). (ANTARA/Mecca Yumna NP)
Ilustrasi - Monas dengan latar Jakarta yang berpolusi (16/8/2023). (ANTARA/Mecca Yumna NP)

Oleh : Jacob Ereste

Usai dialog Forum Gantha Sahitya menyampaikan himbauan yang dibacakan secara bersama oleh Dian Wisdiannawati, Juliani Malik, Hendrawati Sri Pasifik, Alita Masdar, Melanie Irene, Sri Murdiningsih bersama Sri Eko Sriyanto Galgendu di Gedung Vinoti Living Majalah Indonesia Asri, Jl. Raya Cipinang Besar Selatan, No. 8 Cipinang Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 25 Januari 2024

Tujuh poin penting dari seruan itu diantara mengharap :

1. Terselenggaranya Pemilihan Umum (Pemilu) yang tepat waktu, aman, damai, jujur, adil, bebas dan rahasia serta transparasi, terhormat dan bermartabat.

Baca Juga: Zaizatun Nihayati Machfud MD Berkenan Menyambangi Warga Kiyara, Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk

2. Terwujudnya netralitas penyelenggara Pemilu, netralitas aparatur negara, netralitas aparatur pemerintah dan netralitas aparatur desa/ kelurahan dalam pelaksanaan pemilihan Presiden/ Wakil Presiden serta pemilihan calon legislatif.

3. Menjaga dan mewujudkan stabilitas sosial, stabilitas politik dan stabilitas keamanan.

4. Mencegah penyebaran berita bojong (hoax) yang berpotensi memecah belah bangsa. Namun yang tak kalah penting pula adalah,

5. Menghentikan berbagai skenario konflik sosial dan konflik politik yang dapat mengarah kepada kerusuhan sosial.

6. Menyerukan kepada semua warga bangsa dapat berdo'a dan menggerakkan kekuatan spiritual demi dan untuk keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Mercu Suar Penerang Jagat Akan Segera Muncul Dari Indonesia

7. Mengajak para negarawan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan, memperkokoh serta meneguhkan solidaritas sosial dan solidaritas kebangsaan sebagai gerakan "Indonesia Damai" di semua tingkatan secara terpadu dan berkelanjutan.

Dari dialog Forum Gantha Sahitya Bunda Sri Murdiningsih bersama Bunda Hendrawati Sri Pasifik banyak mengurai nilai-nilai spiritual dari rencana pembangunan komplek Taman Perdamaian Dunia Surya Majapahit yang telah memasuki tahun ke sembilan sejak ide dan gagasan yang luhur itu dari Taman Perdamaian Dunia Surya Majapahit di Jawa Timur itu.

Sedangkan Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu kembali mengungkap kilas balik dari gerakan kebangkitan spiritual yang sudah dimulai pada siklus tujuh abad pertama (tahun 0- 700) yang ditandai oleh Isa Almasih. Pada siklus tujuh abad kedua (700 - 1400) ditandai oleh kehadiran Nabi Muhammad SAW dengan pencerahan yang ditandai dengan kejayaan Islam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X