Oleh: Fahir Ali Abdillah, Lisda Aulia Apriani, Romi Maulana, dan Silvi Sofiatul Alawiyah (Mahasiswa Semester 3 STAI Al-Azhary Cianjur)
Peradaban Islam telah memainkan peran besar di dunia dengan menjauhkannya dari kegelapan dan kebodohan, penyimpangan dan kehancuran moral, serta dengan memberikan berbagai jenis keterikatan pada nilai-nilai yang menguasai dunia sebelum Islam. Peradaban Islam berlandaskan Al-Quran dan Hadits, yang merupakan dua prinsip dasar yang menopang peradaban Islam tanpa membeda-bedakan bentuk, jenis, atau agama. Dan keduanya merupakan fondasi peradaban Islam.
1. Mekah Al-Mukarramah
Mekah Al Mukarramah merupakan tempat lahirnya agama Islam, dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan dan menerima wahyu Al-Quran di kota Mekkah.Mekah juga merupakan kota budaya Islam. Kota Mekkah telah menjadi kota ilmu pengetahuan sejak zaman Nabi Muhammad SAW, Hurafakhul Rasyiddin, Bani Umayyah dan Abbasiyah hingga saat ini. Awalnya Mekkah merupakan pusat peradaban jahiliyah yang penuh dengan paganisme. Namun seiring berkembangnya Islam melalui Nabi Muhammad SAW, Mekkah menjadi tempat suci bagi umat Islam. Kota ini juga merupakan rumah bagi Ka'bah, sebuah masjid besar yang mewakili arah sholat bagi umat Islam. Mekkah juga merupakan pusat kajian ilmu-ilmu agama khususnya hadis dan fiqih. Setelah Nabi Muhammad dan para pengikutnya bertambah status dan kekuasaannya, beliau merebut kembali kota Mekah dari Madinah dan dengan damai menaklukkannya pada tahun 8 M (630 M), yang dikenal dengan nama Fathul Mekah. Sekarang tampilannya seperti ini. yakni berdirinya kota Mekkah. Mekah bukan hanya kota suci, tapi juga kota budaya tempat Nabi mengembangkan budaya Islamnya bersama dengan kota Medina al-Munawara. Pada masa Nabi Muhammad, Mekah fokus pada pengorganisasian masyarakatnya berdasarkan keimanan. Sementara itu, ilmu-ilmu lain juga digunakan secara besar-besaran di Madinah. Mekah adalah pusat keagamaan dunia Islam. Banyak dari mereka datang ke Mekah untuk haji dan umrah. dan memperdalam ilmu agama.
2. Madinah
Medina al-Munawara, kota ini awalnya bernama Yatsrib.Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Yatsrib, kota Madinah menjadi pusat kebudayaan Islam. Setelah Nabi berhijrah ke Yatsrib, kota tersebut menjadi pusat komunitas Muslim, dan Nabi segera menjadi ibu kota negara Islam, berganti nama menjadi Madinah. Nabi melanjutkan perjuangannya menyebarkan Islam dari Madinah.Di Madinah, Nabi Muhammad SAW mempromosikan dan mengembangkan komunitas Islam selama 13 tahun. Sudah di Madinah, Nabi menetapkan sistem kehidupan masyarakat Islam yang dikehendakinya. Nabi segera membangun sebuah masjid di pusat kota Madinah, yang menjadi pusat ibadah dan kebudayaan, bahkan menjadi markas besar ISIS. Untuk negara yang baru dibangun kembali, Nabi meletakkan fondasi yang kuat, termasuk Ukhwa Islamiyah, Ikhwanul Muslimin. Nabi membangun persaudaraan di antara seluruh umat Islam yang berbeda suku dan ras dengan warna kulit dan penampilan yang berbeda. Al-Wahdatul Islamiyah menggantikan Al-Wahdatul Qawmiyah, dan mereka semua menjadi bersaudara dan sederajat. Madinah juga menjadi pusat pemerintahan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para khalifah selanjutnya. Sejak masa pemerintahan Muawiya bin Abi Sufyan, pusat pemerintahan dipindahkan ke Damaskus. Kota ini juga merupakan rumah bagi Masjid Nabawi, yang dikenal sebagai Masjid Nabawi. Sebuah ruangan tertutup untuk umat Islam miskin dibangun di sebelah masjid. Masjid ini mempunyai dua pintu yaitu Pintu Aisyah dan Pintu Atika. Setelah Perang Khyber, Nabi sendiri memperluas masjid tersebut, dan selanjutnya diperluas lagi oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Khalifah Ustman bin Affan. Pada masa Nabi dan Kulafa Rasyiddin, Masjid Madinah menjadi kantor besar tempat segala urusan pemerintahan dijalankan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga pusat kehidupan politik, ekonomi, dan sosial.
Nabi dimakamkan di kota ini. Kota Madinah merupakan kota tersuci bagi umat Islam setelah Mekkah al-Munawara. Kota ini melahirkan ilmuwan dan cendekiawan Muslim yang meninggalkan jejaknya di halaman sejarah Islam. Seperti halnya kota Mekkah, kota Madinah juga menjadi pusat kajian agama Islam, khususnya kajian hadis, fiqih, dan tafsir al-Quran. Hubungan antara umat Islam dengan umat Islam lainnya didasarkan pada Piagam Madinah yang terdiri dari lima prinsip yaitu Lingkungan Tetangga yang Baik, Saling Bermusyawarah, Saling Membantu, Menghormati Kebebasan Beragama, dan Pembelaan bagi yang teraniaya.
3. Baghdad
Bagdad didirikan pada tahun 762 M oleh Khalifah al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah (754-755 M). Sebuah tim ahli dibentuk untuk memilih lahan yang cukup luas antara sungai Tigris dan Efrat. Setelah mencari kawasan strategis di ibu kota, akhirnya ia memilih kawasan yang kelak dikenal dengan nama Bagdad. Bagdad artinya "Taman Keadilan". Untuk membangun kota Bagdad, khalifah mempekerjakan sekitar 100.000 profesional konstruksi dari Suriah, Mosul, Basra, dan Kufah, termasuk arsitek, tukang batu, tukang kayu, pelukis, dan pematung. Kota ini berbentuk bulat, dengan tembok besar dan tinggi dibangun di sekelilingnya. Sebuah parit besar dibangun di luar tembok kota, yang berfungsi sebagai jalur air dan benteng. Istana Khalifah terletak di pusat kota Bagdad dan dirancang dengan gaya arsitektur Persia yang dikenal dengan nama al-Qashr as-Zahavi (Istana Emas). Istana tersebut meliputi masjid, penjaga istana, polisi, dan tempat tinggal putra-putri khalifah beserta keluarganya. Pada tahun , Khalifah al-Mamun memiliki perpustakaan yang berisi ribuan ilmu pengetahuan yang disebut Bayt al-Hikmun. Banyak ilmuwan dari berbagai daerah datang ke kota ini untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Kota Bagdad telah menjadi pusat kebangkitan peradaban dan ilmu pengetahuan Islam sejak didirikan. Puncak emas kota Bagdad terjadi pada masa Khalifah Harun al-Rasyid (787-809 M) dan putranya al-Makmun (813-833 M). Saat itu, Bagdad menjadi pusat peradaban dan kebudayaan terbesar di dunia. Ilmu pengetahuan dan sastra berkembang begitu pesat bahkan Khalifah al-Makmun mempunyai perpustakaan yang penuh dengan buku-buku ilmiah. Perpustakaan ini dinamakan Perpustakaan Baitul Hikma. Pada masa Abbasiyah, kota Bagdad juga mempunyai akademi dan sekolah menengah atas.
Universitas yang terkenal antara lain Universitas An-Nizamiyya yang didirikan oleh Nizamul Mulk (5 M), dan Universitas Al-Mustansiriya yang didirikan oleh Khalifah Al-Muntasir Billah (7 M). Sebuah karya sastra yang indah muncul dari Bagdad. Diantaranya adalah ``Alf Laila wa Laila'' (``Seribu Satu Malam''). ilmuwan, cendekiawan, filsuf dan penulis terkenal lahir di kota ini. Diantaranya adalah al-Khawarizmi (tokoh astronomi dan matematika, penemu ilmu al-Jabal), al-Kindi (filsuf Arab pertama), al-Farabi (filsuf besar), al-Razi (filsuf, Imam al-Ghazali (yang ilmuwan dan ulama pertama), Syekh Abdul Qadir al-Jailani (pendiri sekte Qadiriyya), dll. Kota ini dihancurkan oleh serangan Mongol Hulegu Khan pada tahun 1258 M. Semua bangunan kota, termasuk Istana Emas, hancur. Pada tahun 1400 M, kota ini diserang oleh tentara Timur Lenk, dan pada tahun 1508 M, kota ini juga dihancurkan oleh pasukan Safawi.
4. Kairo
Setelah panglima Jauhar al-Shikiri merebut Mesir pada tahun 358 M, ia memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Fustat ke kota yang sedang dibangun. Pada tanggal 17 Sya'ban 358 969 M, Jauhar as-Shikiri memulai pembangunan kota baru yang kelak menjadi ibu kota dinasti Fatimiyya. Pada tahun , kota ini pertama kali diberi nama Mansuriya, yang dikaitkan dengan Mansur al-Mu'izz Ridinira. Setelah Muiz sendiri tiba di Mesir, namanya diubah menjadi Cairo Muiziya. Wilayah Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Sisilia, dan Suriah. Setelah pembangunan kota Kairo termasuk istananya selesai, pada hari ke-17 Ramadhan tahun 359 M (970 M), Jauhar al-Shikiri mendirikan Masjid Al-Azhar. Masjid Al-Azhar saat ini sedang dikembangkan menjadi universitas besar. Kota Kairo mencapai puncak kejayaannya pada masa Fatimiyah, pada masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi, pemerintahan Baibars, dan pemerintahan Al-Nassir dari Dinasti Mamarikid. Periode Fatimiyah dimulai pada masa al-Mu'id dan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan al-'Aziz. Pada tahun , Dinasti Fatimiyah digulingkan oleh Dinasti Ayyubiyah yang didirikan oleh pahlawan Tentara Salib, Saladin al-Ayyubi. Shalahuddin tetap mempertahankan lembaga keilmuan yang didirikan Dinasti Fatimiyah, namun mengubah orientasi keagamaannya dari Syiah menjadi al-Sunnah. Kekuasaan Ayyubiyah di Mesir digantikan oleh kaum Mamarikid.
Dinasti ini mampu mempertahankan pusat kekuasaannya dari serangan Mongol bahkan berhasil mengalahkan tentara Mongol di Ain Jalut di bawah pimpinan Baibars yang memerintah pada tahun 1260 hingga 1277 Masehi. Baibars juga dikenal sebagai pahlawan Perang Salib. Saat itu, Kairo menjadi satu-satunya pusat peradaban Islam yang selamat dari serangan Mongol. Saat itu, Kairo menjadi pusat peradaban Islam terpenting. Pada tahun 1517 M, dinasti Mamalik Turki digulingkan oleh Kesultanan Utsmaniyah, dan sejak saat itu Kairo hanya digunakan sebagai ibu kota Kesultanan Utsmaniyah.
5. Damaskus
Damaskus adalah ibu kota Kekaisaran Bizantium di Suriah pra-Islam. Damaskus merupakan kota kuno yang dibangun kembali pada masa Bani Umayyah dan menjadi ibu kota negara sejak masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan, khalifah Bani Umayyah pertama. Banyak bangunan indah bernilai seni dibangun di kota Damaskus. Kotanya sendiri juga dibangun dengan tertib dan indah, dengan jalan-jalan yang lebih hijau sebagai fungsi dari kanal-kanal di persimpangan jalan. Irigasi, taman hiburan yang menakjubkan Kota Damaskus adalah rumah bagi Masjid Damaskus yang megah dan megah. Masjid ini dibangun oleh Khalifah Alwalid bin Abdul Malik dan arsiteknya Abu Ubaydah bin Jarrah. Untuk kebutuhan konstruksi, Khalifah al-Walid mendatangkan 12.000 pengrajin terampil dari Romawi. Selain arsitekturnya sendiri yang bernilai seni tinggi, tiang-tiang dan dindingnya juga dihiasi ukiran-ukiran indah dan bertatahkan berbagai batu bernilai tinggi.
6. Kailawan
Kailawan adalah kota baru di Afrika Utara. Kota ini didirikan pada masa Bani Umayyah. Aqaba bin Nafi yang diangkat menjadi gubernur Afrika oleh Khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan memindahkan ibu kota wilayah Afrika dari Barka ke sebuah desa bernama Qairawan. Ibu kota baru kawasan Afrika dibangun di situs ini, yang juga dikenal sebagai Kailawan. Kota Qairawan adalah rumah bagi Masjid Qairawan, yang dibangun pada masa Khalifah Hisham bin Abdul Malik dari Aqaba, gubernur Afrika Utara. Masjid ini merupakan masjid yang terkenal. Masjid ini berulang kali diperbaiki dan diperluas oleh gubernur berturut-turut, dan menjadi masjid kebanggaan umat Islam Afrika Utara, apalagi dengan kubahnya yang dikenal dengan nama Kubatul Bahwi. Setelah itu, Kota Kailawan menjadi kota internasional.
7. Isfahan Persia
Kota Isfahan adalah ibu kota dinasti Shafawi. Kota Isfahan merupakan kota kuno yang didirikan oleh raja Persia Yazdazild I (Butanashar). Kota Isfahan pernah dikuasai Islam pada masa Umar bin Khatab pada abad ke-19/640 Masehi. Kota Isfahan sekarang menjadi bagian dari Iran. Pada tahun , ketika Sultan Abbas I dari Safawiyah menjadikan Isfahan sebagai ibu kota kerajaannya, kota ini menjadi kota yang besar dan indah. Kota ini terletak di Sungai Zanda dan dilintasi tiga jembatan megah dan indah. Kota ini memiliki bangunan-bangunan indah seperti istana, sekolah, masjid, menara, pasar, dan rumah-rumah dengan dimensi arsitektur yang indah. Pada tahun 625/1228 M, terjadi pertempuran besar di Isfahan ketika tentara Mongol menyerbu tanah Islam dan menjadikan Isfahan bagian dari wilayah Mongol. Ketika Timur menyerbu tanah Islam pada tahun 790 M/1388 M, kota Isfahan juga berada di bawah kendali Timurid. Kota Isfahan kemudian diambil alih oleh Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 955 H/1548 M. Pada tahun 1134H/1721 M, terjadi pertempuran antara raja Syafawi Husain Syah dan Mahmud al-Afghani yang mengakhiri sejarah Kesultanan Utsmaniyah dan Kerajaan Syafawi. Pada tahun 1141 hingga 1729 M, kota Isfahan berada di bawah kekuasaan Nadir Syah. Kota ini mempunyai bangunan-bangunan indah seperti istana, sekolah, masjid, menara, pasar, dan rumah-rumah berukir indah. Sultan Abbas I membangun Masjid Shah, salah satu masjid terindah dan megah di dunia.
8. Istanbul Turki
Istanbul adalah ibu kota Kekaisaran Ottoman. Kota ini awalnya bernama Konstantinopel dan merupakan ibu kota KekaisaranRomawi Timur. Konstantinopel dulunya adalah sebuah kota bernama Byzantium, namun kemudian diubah namanya menjadi Konstantinopel oleh Kaisar Romawi Timur Konstantin. Pada tahun 395 M, Kekaisaran Romawi terpecah menjadi dua bagian: Kekaisaran Romawi Timur dan Kekaisaran Romawi Barat. Roma Barat beribukota di Roma (Italia), sedangkan Roma Timur beribukota di Konstantinopel. Pada tahun , pada masa Dinasti Turki Utsmaniyah di bawah pimpinan Sultan Muhammad II bergelar Muhammad al-Fatih, Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam pada tahun 1453 dan menjadi ibu kota Kesultanan Turki Utsmani. Jauh sebelum Sultan Muhammad al-Fatih mampu menguasai Konstantinopel, para penguasa Islam telah menaklukkan kota tersebut sejak masa Khalifah Rasyidin, kemudian Kekhalifahan Bani Umayyah, dan Kekhalifahan Abbasiyah. Namun, upaya ini hanya berhasil pada masa Ottoman. Kota Konstantinopel yang berarti Konstantinus diubah namanya menjadi Istanbul yang berarti kota Islam oleh Sultan Muhammad al-Fati. Seperti Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran Ottoman, dengan Istanbul sebagai ibu kotanya, berkembang menjadi kekuatan besar pada puncaknya. Wilayahnya mencakup sebagian besar Eropa Timur, Asia Kecil, dan Afrika Utara.
9. Delhi India
Delhi merupakan ibu kota Kerajaan Islam India sejak tahun 608 H/1211 M. Sebagai ibu kota kerajaan Islam, Delhi menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam di anak benua Islam. Delhi terletak di tepi Sungai Jamuna. Awalnya Delhi diperintah oleh umat Islam dan ditaklukkan oleh Qutb al-Din Aibak. Dinamakan ibu kota Kerajaan Mongol Islam oleh Qutb Abdin Aibak pada tahun 602H/1204 M. Zahiruddin Babur, raja pertama dinasti Mongol, menaklukkan Delhi dari tangan dinasti Lodi. Setiap dinasti Islam yang menguasai kota tersebut melakukan perluasan dengan mendirikan "kota" baru di Kota Tua Delhi, kota di dalam Benteng Lalkot. Kini Delhi mencakup semua kota-kota baru ini. Ini dikenal sebagai 'Tujuh Kota Delhi'. Setelah Delhi dihancurkan oleh pasukan Timurid pada tahun , kekuasaan raja-raja yang ditempatkan di sana menurun tajam. Pada titik ini, dinasti Lodi mengambil alih kota Agra sebagai ibu kotanya dan Delhi menjadi kota yang kurang penting. Kota Agra pertama kali menjadi ibu kota Kerajaan Mongol ketika Zahiruddin Babur mengalahkan Dinasti Lodi. Kota Delhi menjadi ibu kota Kekaisaran Mongol pada masa raja Humayun yang pencinta ilmu pengetahuan (1530-1556). Raja Mongol lainnya, Shah Jehan (1628-1658), mendirikan kota Shahjahanabad.Pada tahun , Shah Jehan membangun sebuah monumen bersejarah yang sangat indah yang menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia: Taj Mahal, sebuah peringatan untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal.
Artikel Terkait
Manfaat Jahe Untuk Tubuh, Cek Disini
Pecahkan Rekor Penyaluran BOSP 2024 Catat Tercepat Sepanjang Sejarah
Kang Asrud : Sukseskan Pileg 2024 Tanpa Serangan Fajar
Deni Koswara Ungkap Efek Bahaya Serangan Fajar Dalam Pileg
Dadan Supardan : Jangan Nodai Pileg 2024 Dengan Serangan Fajar
Akhirnya, Kado Awal 2024 Rp4,385 Triliun Dana BOS Madrasah dan BOP RA Cair
Manfaat Jahe Redakan Nyeri Menstruasi
Isra Mi’raj: Perjalanan Maha Dahsyat yang Terjadi Sekali Seumur Dunia
Isman Muslim Berharap Pileg 2024 Tidak Diracuni Serangan Fajar
Kemenko Polhukam Kawal Terwujudnya 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu