Oleh : Nataya Risma Giany
Peningkatan jumlah penduduk merupakan faktor utama yang menyebabkan
kemacetan di Jalan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Hal ini disebabkan oleh letak
daerah Cisauk membuat para developer properti semakin gencar membuat
perumahan serta apartemen di Cisauk.
Jalanan yang kurang lebar, dan masih banyak lubang juga banyaknya mobil besar pengangkut pasir yang membuat kemacetan semakin hari semakin menjadi. Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki proyek pengurai kemacetan “flyover Cisauk” sebagai bagian dari RPJMD yang akan selesai pada November 2023. Namun, hingga desember 2023 pembangunan flyover masih belum rampung sehingga kemacetan masih belum terurai. Dampak dari Pembangunan flyover ini juga meningkatkan ekonomi
masyrakat di Cisauk.
Cisauk merupakan sebuah kecamatan di daerah Kabupaten Tangerang yang
merupakan hasil pemekaran dari kecamatan serpong pada tahun 2000 sebelum
kota Tangerang Selatan menjadi daerah otonom baru. Cisauk mengalami
pertumbuhan yang cukup pesat dari tahun ke tahun melihat posisinya yang sangat
strategis mampu mendorong pembangunan disegala aspek.
Letak Kecamatan Cisauk yang bersebelahan dengan Kota Tangerang Selatan ini membuat para developer properti semakin gencar membuat Pembangunan perumahan dan apartemen karena banyaknya pendatang atau perantau yang mencari tempat tinggal dengan harga yang terbilang masih murah ini. Dengan demikian semakin banyaknya Pembangunan juga semakin padatnya penduduk ini lah yang menjadi faktor utama adanya kemacetan di Cisauk. Pada tahun 2022 kepadatan penduduk pada tahun 2022 yaitu 2966.658967.
Baca Juga: Pantauan Libur Nataru Daerah Puncak Cianjur dan Bogor
Banyaknya Truk – truk besar pengangkut pasir yang beroperasi tidak sesuai dengan jam operasionalnya juga sebagai salah satu faktor lainnya yang menyebabkan kemacetan ini.
Pemkab Kab. Tangerang akhirnya memprioritaskan pembangunan flyover
di Cisauk yang merupakan bagian dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah) tahun 2019 – 2023 Kab. Tangerang sebagai proyek untuk
mengurai kemacetan. Secara detail, alokasi anggaran Pembangunan dan
pengadaan tanah untuk flyover Cisauk mencapai Rp200 miliyar dengan waktu
pelasanaan 395 hari kerja, yang diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2023.
Flyover atau jalan laying ini akan memiliki Panjang 1.09 kilometer dimana Panjang
jembatan 525m dengan masing – masing dari dua jalur memiliki lebar 5,5m. Selain
sebagai proyek untuk mengurai kemacetan yang ada di Cisauk, proyek ini juga
sebagai upaya untuk membuat ekonomi masyarakat meningkat.
Baca Juga: Membangun Kearifan Lokal : Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kelurahan Ciwalen Garut
Proyek ini dibangun sejak bulan Oktober 2023 dan akan ditargetkan pada September 2023. Namun, sampai saat ini Desember 2023 masih belum dibuka padahal proyek ini hitungannya sudah 100 persen menurut Bupati Kab. Tangerang.
Semenjak flyover dibangun semakin banyak orang yang tertarik untuk
tinggal di daerah Cisauk karena sudah tidak akan macet lagi dan melihat banyaknya
aksess tranportasi di daerah Cisauk dari mulai KRL, angkutan Umum, Ojek, dan
jalan Tol. Hal ini menjadikan sebuah kesempatan untuk para penjualan yang semakin gencar mendirikan usahanya disepanjang jalan Cisauk meningat semakin padatnya penduduk di Cisauk yang pastinya membutuhkan bahan pangan,
sandang, dan papan. Pembangunan flyover ini juga membantu para pedagang kecil
seperti minuman es teh dipinggir jalan, buah segar, sampai tissue.***
Artikel Terkait
Makan Ikan Tekan Resiko Depresi
Firman Mulyadi Koornas Relawan Muda Prabowo Gibran, Ingin Menjadi Bagian dari Sejarah Tewujudnya Indonesia Emas 2045
Debat Capres dan Eksposur Personalitas
Imam Mahdi Menurut Sunni, Syi'ah dan Wahabi
Makan Ikan Turunkan Resiko Penyakit Alzheimer
Kenali Keratoris Pilaris atau Penyakit Kulit Ayam
Seruan Para Raja dan Ratu bersama Wali Spiritual Nusantara Mendesak MPR/DPR/DPD RI Melaksanakan Sidang Istimewa
Membangun Kearifan Lokal : Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kelurahan Ciwalen Garut
Pantauan Libur Nataru Daerah Puncak Cianjur dan Bogor
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Lele Untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Babakan Surabaya Bandung