Oleh: Andre Vincent Wenas
Rupanya masih banyak yang belum tahu bahwa memilih kandidat pasangan capres dan cawapres bisa berbeda dengan pilihannya saat mencoblos pilihan calon anggota legislatif. Pilihan di pilpres berbeda parpolnya dengan pilihan di pileg.
Yenny Wahid, putri Gus Dur, misalnya menjadi Tim Pemenangan Nasional untuk pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dari koalisi PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Maka, kemungkinan besar untuk pilpres beliau akan mencoblos gambar Ganjar-Mahfud.
Tapi untuk pemilihan anggota legislatif (pileg) ia sudah mengatakan terus terang memilih PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Terungkap dari dialognya di X (dulu twitter) dengan @jonny_joenatan dikatakan: “saya pilih partai PSI untuk pemilu ini”.
Apakah bisa? Bisa sekali.
Demikian pula sebaliknya, ada yang suka sekali dengan Prabowo, tapi enggan dengan Pertai Gerindra misalnya, ya bisa saja ia memilih Prabowo-Gibran saat mencoblos di pilpres, tapi untuk pileg memilih parpol lainnya. Bebas saja, santai dan santuy saja.
Untuk kasus Yenny Wahid, keputusannya untuk mendukung pasangan Ganjar-Mahfud, menurut keterangannya sendiri lantaran faktor Mahfud MD yang orang NU.
Lagi pula Mahfud kita tahu adalah “orangnya Jokowi” yang giat untuk menggolkan RUU Perampasan Aset Koruptor serta RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal. Hal ini sejalan dengan upaya PSI (Partai Solidaritas Indonesia) tempat dimana suaminya (Bro Dohir Farizi) bernaung dan bahkan jadi caleg dalam kontestasi pemilu 2024 nanti.
Baca Juga: Dengan Semangat Hari Sumpah Pemuda Kita Sukseskan Pemilu 2024
Niatan Mahfud untuk menggolkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal ini kita tahu mendapat hambatan dari DPR yang sekarang.
Ini bakal mejadi tantangan tersendiri bagi Mahfud. Karena kemungkinan besar mendapat resistensi dari partai koalisinya sendiri (juga dari parpol koalisi lawannya). Tapi sudah jelas akan mendapat dukungan dari PSI, karena selama ini hanya PSI satu-satunya parpol yang giat untuk mempromosikan RUU ini.
Soal lain yang membuat Yenny Wahid ikut dalam koalisi parpol yang mendukung dan mengusung Ganjar-Mahfud adalah faktor Muhaimin Iskandar. Ini menurut kongkow-kongkow sambil ngopi di bawah rindangnya pohon beringin. Jadi bukan tebakan ilmiah dari banyak pengamat politik kondang. Santai dan santuy saja, nikmati gosip politiknya.
Begini, saat ini ada tiga kontestan pilpres, ada kemungkinan terjadi dua putaran, walau Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud masing-masing yakin menang satu putaran. Tapi kalau terjadi dua putaran, pertanyaannya koalisi AMin (Anies-Muhamin) bakalan berlabuh kemana?
Artikel Terkait
Betulkah Terong Penyebab Asam Urat ?
Masih Menunggu Dibukanya Moratorium DOB, Respeck Soroti Kegiatan Titik Nol Pemekaran Cianjur Selatan
DInilai Tak Penuhi Aturan, Ratusan APK Parpol dan Caleg Ditertibkan Satpol PP Kabupaten Cianjur
Pentingnya Menjaga Lisan
Kenali Gejala dan Mengobati Vertigo
Gibran Rakabuming Raka Secara De Favto Sudah Bukan Kader Partai Moncong Putih
Dengan Semangat Hari Sumpah Pemuda Kita Sukseskan Pemilu 2024
Rustam Efendi, Melalui Hari Sumpah Pemuda Tingkatkan Keterlibatan Generasi Milenial Dalam Pemilu 2024
Caleg DPR RI Dapil Cianjur Kota Bogor, H. Endang Sutisna Soroti Pentingnya Peran Serta Gen Z Dalam Pileg 2024
Penyebab Terjadinya Kejang, Cek Disini