Keuntungan Usaha (Margin) Dari Langit

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 17:11 WIB
Ilustrasi penghasilan bertumbuh (pixabay)
Ilustrasi penghasilan bertumbuh (pixabay)

Oleh : M Dedy Vansophi

Setiap saya lewat kios Pak Jamhari selalu ada mobil atau motor pemasok barang.  Hari ini pemasok air mineral, esoknya mie instan, esoknya rokok, kadang dalam satu waktu bersamaan datang pemasok gula, telor dan beras.

Baca Juga: Kanker Usus: Bahaya yang Harus Diwaspadai

Siklusnya cukup rapat menandakan dagangannya cepat keluar dan harus cepat-cepat dipasok lagi. Semakin barang cepat keluar, semakin tinggi trust para agen sehingga mau menitipkan barangnya, bahkan jumlahnya ditambah dari yang sudah-sudah.

Dari sinilah saya menyaksikan kehidupan Pak Jamhari makin sejahtera. Motor bututnya tahu-tahu naik kelas jadi Avanza, kiosnya tahu-tahu nambah satu. Padahal kalau dipikir-pikir kerjaannya enteng banget, cuma untuk numpang lewat barang dari agen ke pembeli. Untungnya juga sedikit, hanya kisaran 10% dari setiap barang yang terjual.

Baca Juga: Shilaturahmi Ustadz Ciharashas (SUCI) Gelar Peringatan Hari Santri Nasional

Saya jadi terpikir begitupun Allah menitipkan rejeki pada kita. Hakikatnya titipan harus disalurkan pada yang berhak. Ketika rejeki yang kita terima ditahan sendiri tak pernah dikeluarkan, jangan heran kalau malaikat pemasok nggak datang-datang, karena kita dinilai kurang amanah.

“Jangan dititipin ke si Fulan, salurannya mampet nggak keluar-keluar… “

Mungkin begitu saya membayangkan ketika malaikat melaporkan sama Gusti Allah.

Sebaliknya, jika kita rajin mengeluarkan, malaikat akan memasok lagi, dan lagi.
Bedanya, Allah tak menetapkan margin 10%.

Baca Juga: Kenapa Harus Peduli Palestina

Allah hanya minta kita yang 2,5%nya saja, yang 97,5% adalah margin kita.  Masya Allah - Jauuuuuuhhh banget ya bedanya !!!
Bayangkan jika menyalurkan lebih dari kewajiban, Allah pasti memberikan margin dari arah yang tak disangka-sangka.

Sahabat, coba jujur… selama ini kita mengharapkan margin lebih banyak dari mana?
Dari agen, apa dari langit? Mampukah kita menjadi pedagang (umat Nya) yang amanah?

Semoga bermanfaat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X