Oleh : M Dedy Vansophi
Setiap saya lewat kios Pak Jamhari selalu ada mobil atau motor pemasok barang. Hari ini pemasok air mineral, esoknya mie instan, esoknya rokok, kadang dalam satu waktu bersamaan datang pemasok gula, telor dan beras.
Baca Juga: Kanker Usus: Bahaya yang Harus Diwaspadai
Siklusnya cukup rapat menandakan dagangannya cepat keluar dan harus cepat-cepat dipasok lagi. Semakin barang cepat keluar, semakin tinggi trust para agen sehingga mau menitipkan barangnya, bahkan jumlahnya ditambah dari yang sudah-sudah.
Dari sinilah saya menyaksikan kehidupan Pak Jamhari makin sejahtera. Motor bututnya tahu-tahu naik kelas jadi Avanza, kiosnya tahu-tahu nambah satu. Padahal kalau dipikir-pikir kerjaannya enteng banget, cuma untuk numpang lewat barang dari agen ke pembeli. Untungnya juga sedikit, hanya kisaran 10% dari setiap barang yang terjual.
Baca Juga: Shilaturahmi Ustadz Ciharashas (SUCI) Gelar Peringatan Hari Santri Nasional
Saya jadi terpikir begitupun Allah menitipkan rejeki pada kita. Hakikatnya titipan harus disalurkan pada yang berhak. Ketika rejeki yang kita terima ditahan sendiri tak pernah dikeluarkan, jangan heran kalau malaikat pemasok nggak datang-datang, karena kita dinilai kurang amanah.
“Jangan dititipin ke si Fulan, salurannya mampet nggak keluar-keluar… “
Mungkin begitu saya membayangkan ketika malaikat melaporkan sama Gusti Allah.
Sebaliknya, jika kita rajin mengeluarkan, malaikat akan memasok lagi, dan lagi.
Bedanya, Allah tak menetapkan margin 10%.
Baca Juga: Kenapa Harus Peduli Palestina
Allah hanya minta kita yang 2,5%nya saja, yang 97,5% adalah margin kita. Masya Allah - Jauuuuuuhhh banget ya bedanya !!!
Bayangkan jika menyalurkan lebih dari kewajiban, Allah pasti memberikan margin dari arah yang tak disangka-sangka.
Sahabat, coba jujur… selama ini kita mengharapkan margin lebih banyak dari mana?
Dari agen, apa dari langit? Mampukah kita menjadi pedagang (umat Nya) yang amanah?
Semoga bermanfaat.***
Artikel Terkait
Kawal Aksi Solidaritas Bela Palestina, Polres Sukabumi Kota Terjunkan Ratusan Personel
Dahsyat...Dakwah Santri Melalui Shalawat Nariyah di Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung
Karena Kita Adalah Musafir
Drama Kolosal Three Musketeers Jokowi, Prabowo, Megawati “Membajak Trias Politika”
Kritik Ahok Yang Bijak Terhadap Hasrat Gibran Ingin Menjadi Calon Wakil Presiden
Akibat Lama Duduk dan Males Gerak
Kenapa Harus Peduli Palestina
Shilaturahmi Ustadz Ciharashas (SUCI) Gelar Peringatan Hari Santri Nasional
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Perusahaan Pembiayaan (Leasing) Dalam Melakukan Penagihan dan Penarikan
Kanker Usus: Bahaya yang Harus Diwaspadai