Oleh : Satria Hadi Lubis
Seorang pria yang sedang berkunjung ke kebun binatang mengunjungi habitat gajah dan terheran-heran melihat pemandangan di depannya.
Seekor gajah yang bertubuh raksasa berdiri diam di samping sebatang pohon dengan seutas tali tipis mengikat pergelangan kakinya.
Baca Juga: Hadiri Audiensi, Bupati Subang Sebut Pentingnya Keseimbangan Buruh dan Pengusaha
Karena penasaran, pria tersebut lantas bertanya kepada pelatih gajah tersebut.
“Mengapa Anda mengikat kaki gajah ini hanya dengan tali tipis? Bukankah ia bisa kabur sewaktu-waktu?”
Pelatih tersebut tersenyum, lalu menjawab sopan, “Pada saat ia masih kecil, saya mengikatnya dengan tali yang sama. Saat itu, tali ini masih sanggup menahannya untuk tidak kabur. Sampai ia dewasa, ia selalu ingat bahwa ia tidak bisa ke mana-mana karena seutas tali ini. Maka, ia tidak pernah mencoba membebaskan diri.”
Pria tersebut terkagum-kagum. Padahal, hanya dengan sekali gerakan, tali tersebut dapat putus. Namun, si gajah tidak melakukannya karena ia percaya bahwa tali itu akan selalu menahannya.
Seperti gajah tersebut, manusia juga sering kali berhenti berusaha hanya karena ia pernah gagal sekali.
Nyatanya, kegagalan adalah bagian dari kehidupan, dan semua orang pernah mengalaminya.
Baca Juga: Penghargaan Motivasi Akselerasi Program Jabar
Ketika kita gagal, kita harus belajar dari setiap kegagalan tersebut, dan terus memperbaiki diri agar dapat melampaui rintangan dan berhasil mencapai apa yang kita inginkan.
Sumber : Belajar Positif
Artikel Terkait
Keberkahan Bangun Pagi
Mengapa Bersedih ?
Gugatan Yang Diajukan Kepada Perusahaan Yang Sudah Bubar Tidak Dapat Diterima Karena Tidak Memenuhi Unsur
Beras Palsu Yang Menteror Ubi Pun Baru Panen Seusai Pemilu 2024
Penghargaan Motivasi Akselerasi Program Jabar
Arief Rachman Bagikan Air Bersih Untuk Terdampak Kemarau di Cibeber Cianjur
Kenapa Kolesterol Tinggi Berbahaya ?
Kabar Mahasiswa Cianjur yang Diduga Dianiaya Oknum Pengawas RSUD Pagelaran, Kuasa Hukum: Kita Kawal Terus
Hadiri Audiensi, Bupati Subang Sebut Pentingnya Keseimbangan Buruh dan Pengusaha
Yang Bisa Rehat Dengan Kematiannya Hanyalah Orang Yang Mendapatkan Ampunan Saja