Mengenal Strategi Politik Kuda Troya

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 15:37 WIB
Tes Kepribadian: Berapa Jumlah Kuda yang Kamu Lihat? (Instagram @beauty.dept)
Tes Kepribadian: Berapa Jumlah Kuda yang Kamu Lihat? (Instagram @beauty.dept)

Oleh : Erwin Rabbani

Politik Kuda Troya (Troya Horse) lazim dipadankan dengan politik yang licik, politik penuh tipu daya atau juga politik penyusupan Politik Kuda Troya ini sangat dikhawatirkan akan terjadi dalam koalisi yang kini marak dibangun para elite partai di negeri ini. Strategi politik Kuda Troya mengacu pada bentuk tipu daya klasik dalam mitologi Yunani. Ini terjadi saat tentara Yunani mengepung kota Troya.

Baca Juga: KPU Catat Sebanyak 204.807.222 Jiwa Akan Menjadi Pemilih Dalam Pemilu 2024

Sekitar sepuluh tahun lamanya tentara Yunani mengepung kota Troya, namun Troya yang terkepung belum juga mau menyerah Sementara tentara Yunani yang telah bertahan selama sepuluh tahun tidak bisa masuk gerbang kota lantaran semua pintu kota tertutup. Dalam rentang waktu itu, ksatria Yunani banyak yang tewas oleh serangan kejutan tentara Troya. Ini pula yang membuat Yunani berpikir untuk mengalah

Saat itulah muncul ide dari pemikir strategi Yunani, Odysseus. Para tentara Yunani diminta membuat patung kuda raksasa dari kayu. Bagian tubuh patung kuda raksasa itu dibuat berongga. Setelah patung kuda selesai, satu pasukan tentara Yunani masuk ke dalam rongga patung kuda. Patung kuda kayu itu dibiarkan ditengah hamparan di dekat gerbang kota. Tentara Yunani lainnya bersembunyi, tak seorang pun yang terlihat.

Baca Juga: Industri Partai Politik Dalam Kemasan Instan

Ketika matahari mulai terbit, orang-orang Troya melihat perkemahan tentara Yunani sudah kosong. Mereka terkejut melihat patung kuda kayu raksasa. Pagi itu juga, tak menunggu lama, orang-orang Troya berkumpul dekat patung kuda raksasa. Waktu itu, di sana juga ada Sinon yang sebenarnya orang Yunani. Di depan banyak orang, Sinon bercerita bahwa dirinya pernah akan dijadikan korban untuk Dewa Athena. Athena marah karena Palladium dicuri.

Kemarahan Dewa Athena hanya bisa ditawar dengan darah. Dirinya menurut Sinon, yang ditunjuk ahli nujum di Yunani untuk dikorbankan. Dalam ceritanya, Sinon mengaku berhasil melarikan diri pada malam hari dan sejak itu tak ingin lagi menjadi orang Yunani.

Orang-orang Troya percaya dengan cerita Sinon. Lalu beberapa orang bertanya untuk apa patung kuda raksasa itu.

Sinon bercerita lagi, orang Yunani berharap patung kuda ini dibakar pihak Troya, sehingga kemarahan Dewa Athena akan terarah kepada Troya. Mendengar itu, orang-orang Troya bergegas membawa patung kuda raksasa beroda tersebut ke dalam kota Mereka tak ingin patung kuda kayu itu dibakar orang Troya. Mereka akan merawatnya agar terhindar dari kemurkaan Dewa Athena.

Begitulah, ketika malam larut, ketika semua penduduk sudah terlelap, pasukan Yunani keluar dari dalam rongga patung kuda Mereka membuka pintu gerbang kota, dan balatentara Yunani yang sebelumnya bersembunyi masuk ke dalam kota. Malam itu kota Troya dibakar, penduduknya dibantai semua. Sejak pertistiwa itu, Troya terhapus dari muka bumi.

Baca Juga: Apakah Cessie Wajib Diberitahu Kepada Debitur ?

Kini peristiwa Kuda Troya itu dipadankan dengan strategi licik dalam politik. Strategi penyusupan yang penuh tipu daya untuk mengalahkan lawannya. Ada indikasi dari politik Kuda Troya merambat ke dalam koalisi partai politik negeri ini. Cermati saja, ada aroma licik serta penyusupan yang penuh tipu daya. Tapi yang paling berbahaya dari strategi politik Kuda Troya adalah tokoh yang dipersiapkan sebagai pembual seperti Sinon.

Ini sangat sering ditemukan. Seseorang yang selalu memuja dan memuji seolah-olah punggawanya orang yang paling baik dan jujur. Tokoh yang dipersiapkan seperti Sinon menjadi bagian penting dalam strategi Kuda Troya. Ini lebih berbahaya dari Kuda Troya itu sendiri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X