Mereka menjadi Champion of climate tapi untuk kepentingan sendiri. Ketika bersentuhan dengan negara lain, who care? Freeport dan berbagai proyek di berbagai negara di Asia dan Afrika contoh kecil dari keserakahan dan double standard Amerika dan Barat.
China apa apa apalagi. Di mana-mana China secara agresif dan ambisius melakukan ekspansi ekonomi tanpa kepedulian dengan lingkungan hidup orang lokal. Saya tentunya tidak perlu merinci ini. Tengok saja berbagai proyek yang dikomandoi oleh China di Indonesia.
Selain lingkungan yang tidak terjaga, juga ribuan warga yang didatangkan untuk menjadi pekerja di bumi Nusantara. Diakui atau hal ini menggusur kesempatan lapangan kerja bagi warga lokal.
Indonesia sendiri dengan (pandangan positif) punya niat baik untuk menjaga lingkungan. Hal itu terlihat dengan ambisi pengadaan kendaraan listrik. Tapi niat baik itu nampaknya terculik oleh kerakusan dan ketamakan pihak-pihak tertentu.
Akibatnya propaganda kendaraan listrik untuk lingkungan yang hijau berbalik menjadi “kendaraan kepentingan ekonomi” para pemilik kepentingan (yang disebut Oligarki). Contoh dapat terlihat melalui proyek-proyek nikel maupun rencana proyek Rempang (Batam).
Semuanya secara tanpa malu-malu dan di hadapan kasat mata merusak lingkungan. Kendaraan listrik atas nama “green energy” hanya cover up kerakusan dan pengrusakan lingkungan yang nyata.
Isu lain yang masih mengganggu ketenangan hidup sebagai seorang Muslim dan seorang manusia adalah berbagai ketidak adilan dan perlakuan semena-mena (kezholiman) kepada sebagian manusia lainnya.
Dan secara kebetulan mayoritas yang mendapatkan perlakuan tidak adil dan zholim adalah mereka yang beragama Islam. Isu Palestina tak kunjung selesai, bahkan semakin suram. Kasus Rohingyah, Uighur, Kashmir, Yaman, dan lain-lain juga masih menyedihkan.
Yang paling parah adalah pemerkosaan hak-hak di hadapan mata di siang bolong serta perlakuan biadab dan zholim kepada masyarakat Muslim di India. Dan lebih menyedihkan lagi, demi kepentingan ekonomi pemimpin dunia Islam berangkulan dengan pemimpin radikal India, Modi.
Berbagai isu dan permasalahan dunia di atas akan menjadi sorotan dan perdebatan NATO (No Action Talk Only) bagi pemimpin dunia di New York pekan ini. Tentu harapan kita, Indonesia sebagai negara besar, penduduk keempat terbesar dunia, demokrasi terbesar ketiga, dengan potensi ekonomi dan posisi strategi yang menentukan, harus menjadi pemain global yang menentukan warna dan arah dunia.
Secara khusus Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia harus ikut menentukan arah dan menyelamatkan dunia dari ambang keambrukannya. Lebih khusus lagi, isu-isu yang menimpa minoritas Muslim di berbagai belahan dunia harus menjadi bagian dari tanggung jawab bangsa ini. Itu amanah Konstitusi untuk ikut menentukan perdamaian dunia.
Semua ini pastinya akan banyak ditentukan oleh situasi dalam negeri Indonesia. Kekuatan dan efektifitas kebijakan luar negeri itu ditentukan oleh kekuatan dalam negeri. Negara sekecil Singapura atau Qatar di Timur Tengah cukup menentukan karena mekuatan domestiknya.
Dan pastinya kekuatan dalam negeri akan banyak ditentukan oleh siapa yang memegang kendali kepemimpinan perjalanan bangsa dan negara. Seorang pemimpin akan banyak menentukan pengaruh dan kekuatan bangsa, termasuk kebijakan luar ngerinya.
Itu pulalah yang menjadikan pilpres kali ini sangat penting. Karena akan banyak menentukan peranan Indonesia ke depan dalam mewarnai dan menentukan arah perjalanan dunia global.
Siapa pemimpin itu? Tanya hatimu!
Artikel Terkait
10 Cara Menjaga Kesehatan Sendi
Pendaftaran PPPK dan CPNS 2023 Mulai Dibuka
Hikayat Dua Pendaki Gunung
Cara Turunkan Gula Darah Dengan Pilihan Nasi
Pemerintah Jangan Terburu-Buru Melanjutkan Investasi Rempang
Kekayaan Bahasa Memiting, Membolduzer Perlu Diingat Agar Tak Punah Seperti Alam, Kekayaan Negeri Kita (Bag 1)
Kekayaan Bahasa Memiting, Membolduzer Perlu Diingat Agar Tak Punah Seperti Alam, Kekayaan Negeri Kita (Bag 2))
Respon Perubahan Iklim dengan Banyak Menanam Pohon
Rajawali FC, Sang Juara Sepakbola Kades Cup 2023
Polres Majalengka Tindak Tegas Pemuda yang Hendak Tawuran