Kondisi-kondisi itu dapat menjadi pendorong utama program pemulihan ekonomi di kawasan agar dapat kembali stabil dan bahkan melampaui angka-angka indikator pertumbuhan ekonomi yang sehat.
Keketuaan Kali Keempat
Bila dirunut ke belakang, Indonesia pernah menjadi ketua pada 1976, 2003, dan 2011. Artinya, Keketuaan ASEAN Indonesia di 2023 merupakan keketuaan Indonesia yang keempat kalinya.
Sehingga tentunya momentum keketuaan ini perlu dipersiapkan secara maksimal. Di antaranya, dengan melakukan penguatan koordinasi di dalam negeri, baik dari segi teknis, substansi, dan sumber daya manusia.
Baca Juga: Menakjubkan, Laba Bersih BRI Tahun 2022 Diperkirakan di Atas Rp 40 Triliun
Koordinasi itu dilakukan dalam rangka memastikan bahwa seluruh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan memiliki kesamaan pandangan terhadap agenda-agenda prioritas yang menjadi kepentingan Indonesia di ASEAN dan mampu menyinergikan langkah implementasinya agar selaras dengan tujuan nasional.
Momentum Keketuaan Indonesia perlu dimanfaatkan demi mewujudkan peningkatan peran dan kepemimpinan Indonesia, memperkuat diplomasi ekonomi dan kesehatan, serta mengamankan kepentingan nasional pada pilar-pilar masyarakat ASEAN.
Selain itu, Keketuaan Indonesia juga diharapkan dapat memunculkan ide dan inisiatif baru dalam mengatasi tantangan dan isu-isu krusial lainnya yang menjadi perhatian di kawasan dan dunia.
Terkait penyelenggaraan ratusan pertemuan, boleh jadi akan diadakan secara fisik apabila perkembangan situasi pandemi Covid-19 memungkinkan.
Untuk sejumlah pertemuan tingkat teknis, bakal diselenggarakan di Gedung ASEAN Secretariat (Asec) berlokasi di Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.
Namun dalam rangka meningkatkan promosi destinasi wisata, pertemuan tingkat menteri ke atas dapat diselenggarakan di luar Jakarta, seperti di Bali, Balikpapan, Labuan Bajo, Lombok, Makassar, Medan, Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta.
Baca Juga: Pramugari Wenny Dwiwanri Duduk Santai Sambil Menenun, Warganet: Senyumnya Mengalihkan Duniaku
Dengan demikian diharapkan pula, Keketuaan Indonesia ini dapat berkontribusi meningkatkan potensi devisa negara hingga ratusan miliar rupiah, baik di pusat maupun daerah.