Baca Juga: Meluruskan Sesat Logika Bupati Cianjur tentang Bencana Membawa Berkah
Ironisnya, daerah yang paling parah terdampak gempa bumi adalah Kec. Cugenang, tempat dimana Bupati Herman Suherman dan keluarga besarnya menetap. Ada apa dengan Bupati Cianjur, Cugenang, dan Gempa Bumi ini ?.
Dalam beberapa keterangan, merujuk kepada konsep tauhid yang diyakini oleh mayoritas warga Tatar Santri Cianjur, berkaitan dengan bencana dan musibah ini, terdapat beberapa penjelas bagi para pemimpin (termasuk Bupati Cianjur) yang terbiasa berfikir.
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan: مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Para ulama salaf pun mengatakan hal yang serupa dengan perkataan di atas, sebaimana Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan:
“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87), sebagimana dikutip dari https://rumaysho.com.
Mari kita bermuhasabah diri dan melakukan introspeksi atas apa yang menimpa, sebagaimana pesan dalam syair lagu Ebiet G, Ade: "Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang".***(disarikan dari berbagai sumber)
Oleh: Ridwan Mubarak:
Penulis adalah Aktivis Penggiat Anti Korupsi, Ketua Yayasan Cianjur Institute, dan Koordinator Presidium Rakyat Cianjur Sugih Mukti (PRCSM).