JournalNusantara.com - Media Singapura The Straight Times meluncurkan aritkel berjudul Jokowi leaning towards endorsing populist party chairman for Indonesia president Analysts”.
Artikel yang terbit Senin, 26 Juni 2023 tersebut berhasil bikin geger karena menyebut bahwa Presiden Jokowi lebih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Pertamina Umumkan Penetapan Harga Tabung Gas Bersubsidi Kewenangan Pemerintah Daerah
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul berpendapat bahwa hal ini tidak lepas dari utang budi Jokowi kepada Prabowo ketika memberikan dukungan kepada Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012 silam.
Saat itu, Partai Gerindra dan Prabowo Subianto bisa mengantarkan Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengalahkan pasangan petahana.
Baca Juga: Blunder Politik Bupati, Angkat Ketua Parpol Jadi Ketua Yayasan Suryakancana
“Jokowi punya utang budi kepada Prabowo ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, kesamaan dan pemahaman keduanya dalam politik juga sudah teruji.." Ungkap Adib.
"Itu terjadi pasca Pilpres 2019 lalu dimana Prabowo akhirnya menerima dan membantuk Jokowi dengan masuk ke dalam kabinet". Tambahnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar Menjadi Yang Pertama Dalam Penerbitan Obligasi Daerah
"Padahal sebelumnya, keduanya terlibat persaingan sengit nan panas dalam edisi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Kemesraan dan keharmonisan keduanya itu lantas menjadi semakin berkembang kemudian. Saya kira ini adalah rangkaian ketika disebut Jokowi lebih memilih Prabowo atau mungkin juga pengulangan episode Pilkada DKI 2012 lalu,” Tandasnya.
Sumber : jawapos.com