JournalNusantara.com - Pengangkatan pengurus baru yayasan Universitas Suryakancana, kampus tertua di Cianjur mendapat penolakan dari perwakilan alumni bahkan hari ini Rabu (5/7/2023) Aliansi Mahasiswa Unsur Bersatu yang tergabung dari beberapa Fakultas dan Program Study menggelar Mimbar Bebas Quo Vadis Lembaga Unsur.
Baca Juga: Karnaen, Kalau Niatnya Ingin Mengabdi Kepada Almamater, Copot Dulu Jabatan Ketua Partainya
Mereka menolak Politisasi kampus dan menuntut Bupati Cianjur meninjau kembali pengangkatan pengurus yayasan baru yang didominasi pengurus partai politik, bahkan ketua Parpol ditunjuk sebagai ketua yayasan tersebut. Para mahasiswa dikabarkan akan turun ke jalan meminta penjelasan Bupati terkait permasalahan in.
"Selaku kaum Akademisi dan Control Sosial yang peduli akan keberlangsungan kampus kami, yang bersih dari unsur Politis dan Ideologisasi yang tidak sesuai
dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan ini kami merasa kecewa perihal pasca launching titik nol penegerian Unsur yang tempo hari kami duga ada unsur politis, dan pada saat ini terbukti kenyataannya dengan beredarnya surat undangan bupati cianjur dengan no: 180/5551-huk/2023 tertanggal 26 juni 2023 yang berisi tentang dilaksanakannya kegiatan pengukuhan organ yayasan pendidikan suryakancana cianjur masa bakti 2023-2028". Ujar Alief Irafan Koorlap Mimbar Bebas Quo Vadis Lembaga Unsur.
Baca Juga: Robohnya Marwah UNSUR, Tergerusnya (Moral) Bupati !
"Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa adanya dugaan pemilihan organ pengurus yayasan Universitas Suryakancana cianjur yang dinilai kental akan unsur politis." Tutur Alief Irafan.
"Dengan hal tersebut kami menemukan beberapa dugaan indikasi permasalahan seperti kurang tepatnya pemilihan pengurus yayasan universitas suryakancana karena dinilai tidak sesuai dengan kompetensi nya. Adanya dugaan double job para pengurus Organ Yayasan Universitas Suryakancana, yang akan mengakibatkan ketidakmaksimalan dalam menjalankan tugas nya di Yayasan Universitas
Suryakancana. Adanya dugaan pemilihan pengurus Yayasan Unisversitas Suryakancana yang kental akan unsur politis." Tambah Alief.
Baca Juga: Alumni Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur Tolak Politisasi Kampus
"Kami meminta agar tinjau ulang kembali pemilihan kepengurusan Yayasan Universitas Suryakancana Cianjur. Jangan politisasi kampus yang hakikatnya sebagai lingkungan akademis dan bernilai idealis. Tolak semua kepentingan politik dilingkungan kampus dan menuntut Bupati Cianjur agar melakukan klarifikasi dan duduk bersama kami untuk mengkaji beberapa permasalahan ini." Tegas nya.
"Seharusnya sebelum pergantian ketua yayasan ada permohonan dulu dari Pemda ke Unsur. Nanti pihak Unsur akan akan meneruskan ke LDDIKTI. Diduga kuat prosedur itu tidak dilakukan." Pungkasnya.***