Runtuhnya Peradaban Kampus

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 3 Juli 2023 | 15:21 WIB
Unang Margana
Unang Margana


oleh : Unang Margana

Istilah peradaban berasal dari kata “adab” yang berarti sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, atau berakhlak, yang seluruhnya merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Peradaban juga dapat diartikan sebagai kebudayaan yang tertinggi dalam kehidupan manusia, seperti seni, arsitektur, serta kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Tujuan pendidikan itu sendiri, menurut Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003, Tentang Sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis.

Hari ini (Senin, 3/7/23) diruang Garuda Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, digelar Pengukuhan Organ Yayasan Pendidikan Suryakencana Cianjur, yang terdiri dari Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan dan Pengawas Yayasan, masa bakti 2023-2028, oleh Bupati Cianjur.

Baca Juga: Kampus UNSUR Bercitarasa Parpol, Demi Hegemoni Bupati Bertaruh Harga Diri

Ada kebanggaan tersendiri ketika jajaran Pengurus yang baru dikukuhkan adalah sahabat-sahabat Alumni Unsur. Akan tetapi... kenapa Bupati Cianjur, yang punya niat baik membesarkan Unsur, dalam prakteknya menyeret dan harus menarik-narik Pengurus Partai ke Dunia Kampus, yang seharusnya steril dari Kepentingan Politik Praktis.

Terlepas ada indikasi konflik di internal di Lingkungan civitas akademik Universitas Suryakancana, tidak seharusnya Bupati Cianjur, melakukan kebijakan diatas, yang menurut penulis ceroboh dan gegabah, juga terindikasi sudah melakukan tindakan pelecehan kampus. Bupati Cianjur dengan arogannya malah " *menyelesaikan masalah dengan masalah baru"* .

Masyarakat Kampus, khususnya Alumni Universitas Suryakancana Cianjur, lintas Fakultas, tidak boleh berdiam diri dan berpangku tangan. Kita malu... dimana kita pernah diajarkan oleh para guru kita (dosen) tentang nilai-nilai keadilan, kejujuran dan Penegakkan Hukum. "Diam melihat ketidakpatutan adalah sebuah Pengkhianatan."

Tulisan ini berangkat dari kegelisan dan cintanya Alumni kepada Almamater Unsur, dengan harapan tidak ada yg tersinggung apalagi marah, dengan harapan bisa menyadarkan kita bersama, artinya sebuah kejujuran dan kebersamaan.

Baca Juga: Stop Politisasi Kampus UNSUR Cianjur, Lawan Hegemoni Penguasa Tak Bermuka !

Hanya kepada Allah Kami menyembah, dan hanya kepada Allah kami mohon pertolongan.

Penulis Advokat dan Alumni Unsur 2002

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X