Pembicara ketiga diampu oleh Prof. Dr. KH. Ajid Thohir, M.A. dirinya membedah buku dari sisi historis dan kacamata sufistik. " Ibadah tarawih 20 rakaat adalah garis tengah atau wasatiyahnya, Abu Dzar Al Ghifari meriwayatkan bahwa Rasul Saw di malam - malam Ramadhan sejak malam melakukan ibadah hingga waktu sahur, artinya ibadah Rasul mungkin lebih dari 20 rakaat." Kata Guru besar UIN Sunan Gunung Djati.
Dirinya Melanjutkan bahwa nampak ada Perbedaan terkait jumlah rakaat tarawih yang sarat khazanah keilmuan, " Perbedaan selalu ada, tapi intinya substansi ibadah dalam rangka mendorong kita untuk dekat kepada Allah Swt, Syeikh Junaid al-Baghdadi berpendapat bahwa substansi ibadahnya bagaimana sebanyak mungkin kita sujud di hadapan Allah Swt, berarti tambah rakaatnya tak cukup tarawih 20 rakaat tapi ada tambahan, jika bisa ratusan sujud maka semakin baik." Tegas Kyai ahli tasawuf yang juga aktif sebagai Tokoh Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya.
Baca Juga: Mantap...Jokowi Segera Cairkan THR 2023, Rekening PNS, PPPK, TNI, Polri Segera Ditransfer
Bedah buku penuh berkah dipenuhi beragam pendapat luar biasa ini disiarkan secara zooming dihadiri oleh berbagai kalangan secara online, disebarkan juga melalui kanal YouTube LTNNU Jabar Channel. Kyai Izet Abu Dzar dari Banjaran menutup kegiatan dengan doa penuh khidmat.***( Abdul Hadi)