nasional

Harga Emas Antam di BSI Tembus Rp2,9 Juta per Gram pada Awal April 2026

Kamis, 2 April 2026 | 11:58 WIB
Harga emas antam di BSI pada awal April 2026. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Memasuki periode April 2026, nilai jual logam mulia Antam di wilayah Jakarta melalui jaringan Bank Syariah Indonesia atau BSI menunjukkan tren yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru per 2 April 2026, masyarakat yang ingin memiliki emas batangan ukuran satu gram perlu merogoh kocek sebesar Rp2.922.000.

Meski angka ini tergolong tinggi, antusiasme masyarakat terhadap instrumen investasi aman ini tetap terjaga meskipun ketersediaan stok untuk kepingan kecil sedang mengalami kekosongan di beberapa gerai.

Manajemen BSI menginformasikan bahwa untuk saat ini unit emas dengan bobot satu hingga lima gram berstatus tidak tersedia atau habis dipesan.

Sebaliknya, bagi investor yang mengincar denominasi lebih besar seperti sepuluh gram hingga seratus gram, stok terpantau masih mencukupi untuk dilayani segera.

"Untuk ukuran sepuluh gram dipatok pada harga Rp28.715.000, sementara varian paling berat yakni seratus gram dipasarkan senilai Rp286.412.000," tulis keterangan resmi dalam pamflet informasi harga harian tersebut.

Selain harga beli yang fluktuatif, para pemilik emas juga perlu memperhatikan harga beli kembali atau buyback yang ditetapkan sebesar Rp2.637.000 untuk setiap gramnya.

Selisih antara harga jual dan harga beli ini menjadi komponen penting yang harus dipertimbangkan oleh nasabah sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi pelepasan aset.

Fenomena kenaikan harga ini dinilai mencerminkan kondisi pasar global yang dinamis, sehingga emas tetap menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin mengamankan nilai kekayaan mereka dalam jangka panjang.

Pihak bank senantiasa mengimbau calon pembeli untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala melalui saluran resmi atau kantor cabang terdekat guna mendapatkan kepastian nilai transaksi.

Strategi investasi emas melalui skema syariah saat ini kian digemari karena prosesnya yang dianggap lebih transparan dan memberikan rasa tenang bagi nasabah.

Dengan kondisi ketersediaan stok yang terbatas pada ukuran mungil, para investor disarankan untuk mulai beralih ke unit yang lebih besar atau menunggu informasi pembaruan stok berikutnya dari pihak penyedia layanan.

Tags

Terkini