(Renungan Batin Yazid al-Bustomy)
Kalam, kursi, dan arasy
adalah tiga tiada empatnya
begitulah Abu Yazid al-Bustomi
menjawab pertanyaan yang ada
Kalam melambangkan permulaan
awal kehendak dan takdir
tentang segala pengaturan
agar manusia mau berpikir
kalam titik awal yang tak terlihat
segala ketetapan yang sudah tepat
bahwa hidup bukan kebetulan
melainkan narasi besar yang telah ditetapkan
Kursi adalah hamparan ilmu
yang meliputi segala yang ada
sehingga manusia menjadi tahu
segala yang tampak di dunia
Arasy adalah puncak keagungan
tak tersentuh oleh akal dan pikiran
bahwa sedalam apa pun pemahaman
bagai setetes air di lautan
di manakah manusia berada
di antara tiga cahaya?
dengan bahasa yang penuh makna
Al-Bustomy menjawabnya:
manusia hidup dalam kalam
bergerak dalam kursi
agar dapat merenung dalam-dalam
menuju kesadaran akan Arasy
Malang, 1 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Jurnalisme Satir: Cara Cerdas Presenter Berita Sentil Isu Publik Lewat Komedi
Bukan Gelar Top Skor, Striker Persib Andrew Jung Ungkap Misi Penting di Super League
FIFA Series 2026: Beckham Fokus Hadapi Bulgaria usai Bawa Timnas Libas Saint Kitts & Nevis
Dion Markx Ungkap Menu Latihan Ekstrim Persib Demi Sapu Bersih 9 Laga Sisa
Mutiara Pagi: Satu Tiada Duanya (Bagian 2164)
Explosi Rasa Seoul Street Food di Jaringan Hotel Archipelago Seluruh Indonesia
Mutiara Pagi: Dua Tiada Tiganya (Bagian 2165)
Haq Tour Travel Gandeng LMP Cianjur Kenalkan Inovasi Umrah 'Berangkat Dulu Bayar Belakangan'
BEM PTNU Se-Nusantara Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kopri PC PMII Cianjur Kecam Keras Kekerasan terhadap Perempuan oleh ASN di Depan Istana Merdeka