Journalnusantara.com, Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat mengadakan ziarah ke makam Niti Sumantri di Pemakaman Cikutra, Bandung.
Diketahui bahwa Niti Sumantri sendiri merupakan pendiri DEKOPIN sekaligus tokoh koperasi nasional yang pernah dibuang ke Boven Digul oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan yang dirayakan oleh seluruh gerakan koperasi di Indonesia. 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional ditetapkan dalam Kongres Koperasi Pertama, yang didahului oleh perjuangan para penggagasnya dari Priangan, dipimpin oleh Niti Sumantri,” ujar Ketua Dekopinwil Jawa Barat, Nurodi.
Peran Niti Sumantri dalam sejarah koperasi Indonesia sangat penting. Ia memimpin delegasi koperasi dari Priangan yang menerobos blokade Belanda demi menghadiri Kongres Koperasi Pertama di Yogyakarta, ibu kota negara saat itu.
Mereka menemui Wakil Presiden Mohammad Hatta serta tokoh-tokoh nasional seperti Margono Djojohadikusumo untuk meminta restu pelaksanaan kongres tersebut.
“Perjuangan itu bukan hanya fisik, tapi juga ideologis, karena dilandasi keyakinan untuk menjadikan koperasi sebagai ideologi ekonomi negara, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945,” tambah Nurodi.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan akibat situasi revolusi, Kongres Koperasi Pertama akhirnya berhasil diselenggarakan di Tasikmalaya, Jawa Barat, setelah mengalami beberapa kali perubahan lokasi karena pendudukan Belanda.
Niti Sumantri juga dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan nasional yang dibuang ke Boven Digul, Papua, oleh Belanda, bersama sejumlah tokoh besar lainnya termasuk Bung Hatta.
Pembuangan ini berlangsung selama empat tahun, dari 1927 hingga 1931. Boven Digul dikenal sebagai tempat paling menyeramkan bagi para pejuang yang dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial.
“Hari Koperasi kali ini menjadi momentum refleksi terhadap jasa para tokoh asal Jawa Barat, seperti Niti Sumantri, yang perjuangan dan pemikirannya layak dikenang secara nasional,” ujar Nurodi.
Dekopinwil Jawa Barat kini tengah mempersiapkan pengusulan Niti Sumantri sebagai Pahlawan Nasional. “Kalau Bung Hatta dikenang sebagai Bapak Koperasi Indonesia dan telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, maka dalam perspektif gerakan koperasi, Niti Sumantri juga patut diperjuangkan untuk mendapat gelar yang sama,” tegas Nurodi.
Usulan ini akan diajukan melalui mekanisme resmi melalui Pemerintah Daerah Jawa Barat untuk kemudian diseleksi oleh tim penerima gelar pahlawan daerah dan dilanjutkan ke Pemerintah Pusat.
Untuk mendukung proses ini, Dekopinwil Jabar akan membentuk Tim Kajian khusus guna menelusuri riwayat hidup serta kontribusi Niti Sumantri dalam perjuangan nasional dan gerakan koperasi.
Berbagai perguruan tinggi akan dilibatkan untuk melakukan kajian akademik dan pengumpulan dokumen serta kesaksian. “Kita juga akan melakukan roadshow seminar untuk membahas figur tokoh ini agar mendapat masukan sekaligus kritik atas usulan tersebut,” ungkapnya.