nasional

Prof. KH. Nasarudin Umar: Sosok Bapak Santri Indonesia yang Mengubah Wajah Pendidikan Pesantren

Minggu, 30 Maret 2025 | 17:08 WIB

Journalnusantara.com, Jakarta – Suasana penuh haru dan kebahagiaan melingkupi Istana Merdeka, Jakarta, pada malam minggu, 20 Oktober 2025, saat Presiden Prabowo mengumumkan Prof. KH. Nasarudin Umar sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

Kabar ini disambut dengan doa dan harapan dari seluruh masyarakat Indonesia agar beliau dapat memimpin Kementerian Agama dengan penuh keberhasilan.

Salah satu dukungan yang mengalir dengan deras datang dari kalangan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Sebagai sosok yang lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren, Prof. KH. Nasarudin Umar sudah sangat dikenal oleh kalangan kiai dan santri.

Ia merupakan figur yang bersahaja, tawadhu, dan sangat peduli dengan kemajuan pondok pesantren, yang dianggap sebagai pilar utama pendidikan dan benteng ideologi bangsa.

Sebagai Menteri Agama, beliau berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren. Salah satunya, beliau menekankan perlunya penyetaraan anggaran dan regulasi pesantren agar setara dengan institusi pendidikan lainnya di Indonesia.

“Pesantren adalah pilar penting dalam pendidikan nasional, yang menanamkan nilai agama dan moral pada generasi muda. Mereka layak mendapatkan perhatian yang setara, baik dari segi anggaran maupun regulasi,” ujarnya saat silaturahmi dengan Majelis Masyayikh di Jakarta pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Agama mengungkapkan keprihatinannya atas ketidakadilan anggaran yang diterima pesantren dibandingkan dengan lembaga pendidikan umum.

“Sudah terlalu lama pesantren beroperasi dengan dukungan anggaran yang minim. Banyak kiai yang harus merogoh kocek pribadi demi menjaga kelangsungan operasional pesantren. Kami harus memastikan pesantren mendapatkan dana yang layak,” tegasnya.

Tidak hanya soal anggaran, beliau juga menyoroti pentingnya regulasi khusus untuk menjaga keamanan pesantren. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama juga menekankan perlunya aturan yang dapat mencegah tindak kekerasan, pelecehan seksual, dan perilaku tidak etis lainnya di lingkungan pesantren. "Pesantren harus menjadi tempat yang aman, etis, dan penuh nilai-nilai luhur," ungkapnya.

Dukungan terhadap kebijakan Prof. KH. Nasarudin Umar juga datang dari berbagai pihak, salah satunya pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Al Islami di Kampung Lemburawi Ciparay, Bandung, Jawa Barat, KH. Ibnu Athoillah Yusuf Al Hafidz, SH.

Pondok pesantren yang telah berdiri sejak 1920 ini dikenal sebagai salah satu yang tertua di Jawa Barat dan telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami beserta alumni seluruh Indonesia mendukung penuh kebijakan beliau. Kami bangga memiliki Menteri Agama seperti beliau yang menjadi bapak bagi santri Indonesia. Beliau sangat mengayomi dan memberdayakan lebih dari 41.220 pondok pesantren di Indonesia, yang memiliki lebih dari 5 juta santri,” tegasnya.

Ketua Umum Ikatan Alumni Ma’had Baitul Arqom Al Islami (PP-IKBAL), Jamiludin, S.Pd.I., MM, juga berharap agar Menteri Agama yang baru ini dapat merealisasikan Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang hingga kini belum terimplementasi dengan maksimal.

“Semoga di bawah kepemimpinan beliau, UU tersebut bisa segera diterapkan, memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh pesantren di Indonesia,” harapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB