Sebagai universitas Islam, UIN Alauddin diharapkan dapat melanjutkan visi Sultan Alauddin dalam menyebarkan Islam yang inklusif dan mengedepankan nilai-nilai toleransi, keadilan, serta kemandirian.
Peran Sultan Alauddin dalam Islamisasi Sulawesi Selatan adalah contoh nyata dari penyebaran agama yang damai dan menghargai keberagaman. Pada Dies Natalis ke-59 ini, semangat ini bisa menjadi landasan bagi UIN Alauddin untuk terus berkontribusi dalam pendidikan Islam yang moderat, membangun kader bangsa yang berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu bersaing dalam dunia modern.
Dies Natalis tahun ini mengangkat tema “Merawat Keunggulan, Menjaga Keseimbangan, Meniti Kesinambungan,” yang mencerminkan tekad UIN Alauddin untuk mempertahankan prestasi sekaligus meraih pengakuan global
Rektor UIN Alauddin,Prof. Hamdan Juhannis, Ph.D, daam pidatonya mengungkapkan sejumlah capaian penting yang telah diraih UIN Alauddin, termasuk keberhasilan memperoleh akreditasi unggul, yang menjadikan universitas ini sebagai salah satu dari “The Great 7” PTKIN yang pertama terakreditasi “A” dan menjadi satu-satunya PTKIN dengan akreditasi A di luar Pulau Jawa untuk waktu yang cukup lama.
Momentum Dies Natalis ini harus menjadi pendorong agar bersiap menapaki peringkat 1.500 besar perguruan tinggi dunia versi QS World University Ranking, sebuah lembaga pemeringkatan yang sangat kredibel agar UIN Alauddin bisa dikenal di tingkat ASEAN hingga dunia.
3. Inspirasi Kepahlawanan dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa
Sultan Alauddin tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tangguh secara militer tetapi juga sebagai sosok yang bijak dan religius. Semangatnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kebijakan pemerintahan memberikan inspirasi bagi pengembangan karakter mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Nilai-nilai kepahlawanan Sultan Alauddin dapat menjadi inspirasi untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga memiliki keteguhan hati, keikhlasan dalam mengabdi, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran.
Pada Dies Natalis ke-59, UIN Alauddin bisa merefleksikan kepahlawanan Sultan Alauddin sebagai teladan dalam pendidikan karakter. Misalnya, nilai kejujuran dan keadilan yang diusung Sultan Alauddin dapat diterapkan dalam prinsip akademik, di mana mahasiswa didorong untuk belajar dengan jujur, menghargai ilmu, dan membangun sikap kritis yang konstruktif.
Semangat juang dan dedikasi Sultan Alauddin dalam mempertahankan tanah air juga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembinaan generasi muda yang mencintai tanah air, memiliki semangat nasionalisme, dan siap berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat.
4. Meneladani Kepemimpinan Sultan Alauddin di Era Modern
Kepemimpinan Sultan Alauddin adalah contoh dari kepemimpinan yang mengutamakan keberanian, keteguhan, dan cinta kepada rakyat.
Di tengah kompleksitas dunia saat ini, kepemimpinan seperti ini tetap relevan, khususnya bagi para mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Peringatan Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-59 dapat menjadi ajang untuk menanamkan pada mahasiswa bahwa seorang pemimpin tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi, tetapi juga kesejahteraan rakyatnya.
Sultan Alauddin dikenal tidak pernah tunduk kepada VOC meski harus menghadapi risiko besar, hal ini mengajarkan pada mahasiswa tentang pentingnya memegang prinsip dan berani melawan ketidakadilan.