nasional

Harapan-Harapan Diaspora Indonesia untuk Pemerintahan Presiden Prabowo

Selasa, 5 November 2024 | 05:51 WIB
Istri pejabat dalam acara pelantikan Presiden dengan tas branded (Instagram @awramee)

Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi

Saya ingin memulai dengan doa dan harapan semoga pemerintahan Presiden Prabowo dimudahkan dan diberikan selalu petunjuk terbaik dari Allah untuk mengantarkan negara dan bangsa Indonesia menuju cita-cita bersama; baldatun thoyyibatun wa Rabbun Ghafur. Negara yang makmur dan berkeadilan, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (agama).

Selanjutnya saya ingin merespon singkat pertanyaan sebagian orang, apa kepentingan saya (dan banyak warga Indonesia di luar negeri) sehingga masih memiliki perhatian dan kepedulian dengan Indonesia? Tidakkah sebaiknya fokus saja di luar negeri dan tidak perlu terusik dengan keadaan Indonesia?

Ada banyak alasan sebenarnya. Namun pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan dua saja alasan utama:

Satu, adalah tabiat manusia untuk tetap memilki rasa kepemilikan dan keterikatan, bahkan kecintaan, kepada negara di mana dia terlahirkan. Tempat kelahiran yang juga disebut sebagai tumpah darah memilki akar dalam jiwa setiap orang. Rasulullah SAW bahkan bersedih ketika harus meninggalkan tanah kelahirannya, Makkah Al-Mukarramah, menuju tanah kediamannya, Madinah Al-Munawwarah.

Dua, kecintaan yang bersifat alami itu secara alami pula menjadikan setiap orang ingin melihat tanah tumpah darahnya menjadi lebih baik, kuat dan besar, sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Apalagi disadari bahwa Indonesia memang memiliki semua potensi untuk menjadi negara besar dan kuat dan disegani oleh dunia global.

Namun di balik dari keinginan untuk melihat Indonesia menjadi lebih baik, kuat dan besar itu, bagi saya pribadi tersembunyi alasan yang sangat relevan dengan peranan yang sedang saya emban saat ini sebagai aktifis Dakwah di bumi Amerika. Ada harapan besar saya untuk melihat Indonesia menjadi percontohan negara mayoritas Muslim yang bisa saya jadikan “pembenaran” (justifikasi) bahwa Islam itu memang kekuatan, kemajuan, modernitas dan peradaban. Bukan agama kelemahan, kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.

Suatu saat ketika orang-orang Amerika bertanya kepada saya dengan pertanyaan ini: “jika kelak Islam menjadi agama mayoritas di Amerika, kira-kira ketika itu Amerika akan menjadi seperti negara Muslim yang mana?” Saya sangat ingin menjawab pertanyaan itu dengan kepala tegap ke atas dengan mengatakan: “lihat negara asalku, Indonesia”.

Harapan-harapan Diaspora

Karenanya sebagai bagian dari diaspora Indonesia saya tentu memiliki harapan yang besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subiyanto yang baru saja dilantik agar kiranya mampu melakukan yang terbaik dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan bagi kemajuan negara dan bangsa Indonesia.

Ada sebelas harapan utama yang ingin saya sampaikan kali ini.

Satu, Saya mengharapkan kiranya dalam mengelolah negara pemerintah mengembalikan normalitas dan kejujuran. Dalam tahun-tahun terakhir terasa kejujuran itu sangat minim dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan seringkali produk perundang-undangan yang dilahirkan tanpa transparansi kepada masyarakat. Masyarakat seringkali menjadi obyek ketidak jujuran dalam menjalankan roda pemerintanan.

Dua, Saya juga mengharapkan kiranya upaya-upaya pembangunan negara kembali berorientasi kemasyarakatan. Pembangunan hendaknya sungguh-sungguh ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat banyak. Bukan kepentingan segelintir elit yang mengatas namakan rakyat. Pembangunan harus menjadi wujud terjemahan dari sila kelima Pancasila; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tiga, kiranya hukum dan aturan kembali memiliki otoritas tertinggi dan independensi. Tidak terkendalikan dan menjadi obyek kekuasaan dan/atau segelintir elit untuk kepentingan segelintir. Apalagi jika hukum itu dikadali untuk menekan mereka yang tidak sependapat, termasuk yang tidak sekelompok secara politik.

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB