nasional

Marissa Haque, Sang Mujahidah!

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 12:00 WIB
Chiki Fawzi mengungkapkan kesedihannya belum bisa mewujudkan satu keinginan terakhir Marissa Haque. (Foto : Instagram.com /@chikifawzi)

Oleh: Imam Shamsi Ali

Saya kenal Prof. Dr. Marissa Haque sejak saya kecil. Siapa yang tidak mengenal beliau yang hampir setiap hari menghiasi TV nasional ketika itu?

Beliau adalah seorang tokoh nasional di bidang seni, seorang artis senior, multi talented person, akademisi dan intelektual, bahkan seorang professor dan bahkan saya tidak ragu memanggil beliau Ustadzah.

Kami komunikasi dekat sejak dahulu hingga beberapa hari lalu dalam banyak hal. Tidak jarang kami berdua melalui media WA berdiskusi dengan beliau dalam banyak hal tentang perkembangan perpolitikan di tanah air.

Pandangan politik kami banyak memiliki kesamaan dengan harapan yang sama. Untuk hadirnya perubahan bagi Indonesia demi masa depan yang lebih baik.

Awal kami komunikasi intens dengan almarhumah di saat beliau mengambil S2 di Athen, Ohio. Ketika itu beliau mengontak saya ingin mengikuti dan merekam (dalam video) beberapa kegiatan-kegiatan Dakwah saya, khususnya di bidang dialog antar agama.

Maklum ketika itu dakwah dan dialog antar agama masih sesuatu yang langka dan rentang menimbulkan kesalah pahaman. Apalagi di saat-saat suasana Amerika pasca 9/11 yang masih mencekam.

Saya kurang ingat persisnya. Tapi ketika itu Presiden Indonesia adalah Ibu Megawati Sukarno Putrì. Ibu Hajjah, demikian saya memanggil almarhumah, hadir di kota New York dan menginap di kediaman kami di Astoria Queens beberapa hari.

Tujuannya untuk mengikuti beberapa kegiatan Dakwah kami di kota New York. Termasuk hadir dan duduk menjadi peserta di kelas muallaf saya di Islamic Center New York.

Almarhumah juga mengikuti beberapa acara Dialog antar agama yang kami rintis bersama beberapa tokoh agama di kota New York.

Pada waktu yang sama di bulan September itu ada acara Siang Umum PBB (UN General Assembly). Salah satu kepala negara yang hadir mewakili negara-negara anggota PBB adalah Presiden RI, Ibu Megawati Soekarno Putrì.

Saya ketika itu masih staf di Perwakilan RI untuk PBB. Namun lebih dikenal sebagai salah seorang tokoh Komunitas Muslim di New York.

Salah satu acara sampingan Presiden RI di kota New York adalah pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KJRI New York. Saya dalam kapasitas tokoh komunitas diundang untum hadir di acara itu.

Almarhumah Hajjah Marissa yang mendengar tentang acara itu meminta ke saya kiranya bisa diusahakan untuk ikut hadir dalam pertemuan dengan Ibu Megawati.

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB