Ketua BEM UI, Verrel Uziel mengatakan, BEM UI akan bergerak ke DPR RI untuk mengawal putusan MK yang sudah diterbitkan namun berusaha dianulir atau digagalkan DPR. Mereka telah menerbitkan RUU Pilkada.
“Maka dari itu hari ini massa UI akan hadir di DPR RI untuk mengawal, jangan sampai akhirnya perwakilan rakyat kita membuat semacam gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki oleh rakyat itu sendiri,” ujar Varel.
Analisis
Meskipun pada akhirnya pengesahan RUU itu dibatalkan oleh DPR, kedaulatan Negara itu memang ada di tangan rakyat dan memang seharusnya seperti itu.
Ketika terjadi DPR tidak lagi aspiratif berpihak pada kepentingan rakyat, ketika berbagai lembaga Negara sudah menjegal kedaulatan rakyat, maka rakyat memang harus bergerak memperjuangkan hak berdaulatnya.
Ada yang menarik dari gerakan demontrasi rakyat kemarin. Hampir tidak begitu kelihatan ada upaya pengamanan dan penghadangan dari pihak kepolisian.
Meski sebelumnya diberitakan polisi akan diturunkan dalam jumlah besar, namun kemarin aksi para pendemo seperti tidak mendapat penghadangan aparat.
Jika hal itu sengaja tidak diliput wartawan, rasanya tidak mungkin karena wartawan pasti tahu mana momen yang justru menarik dan akan menjadi trending topik.
Dengan terkesan amannya demo kemarin tidak terjadi dorong-dorongan antara aparat dengan pendemo, paling tidak mengasumsikan hal:
1. Sudah mulai tumbuh kesadaran di kalangan para pendemo bagaimana cara berdemo yang konstitusional;
2. Sudah mulai tumbuh kesadaran termasuk di kalangan polisi sendiri akan pentingnya menegakkan kedaulatan rakyat;
3. Mungkin saja demo kemarin meskipun eskalasinya tidak sebesar tahun 1998 akan menjadi pintu masuk kembalinya negeri ini ke cita-cita awal reformasi;
4. Yang ini harapan do’a, apa yang terjadi kemarin bisa mengakhiri atau meminimalisir gonjang-ganjing negeri wakanda. Amin…
Semoga tercerdaskan dan tercerahkan!