JournalNusantara.com - Harusnya dimanapun kita berada senantiasa berprinsip "dimana bumi dipijak maka disitulah langit dijunjung" demikian pepatah lamanya mengatakan. Artinya dimanapun kita berada hendaknya kita menghargai dan patuh terhadap suatua aturan dan budaya setempat.
Namun tidak dengan perilaku mahasiswa di Sumatera Barat yang tengah melaksanakana Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampung orang, mereka malah mencibir dan mnyindir beragam fasilitas yang dianggap tidak memadai dan harus berbayar. Pada akhirnya terjadilah pengusiran oleh warga setempat yang tersinggung dengan konten yang terkesan menyindir yang telah dibuat oleh para mahasiswa KKN tersebut.
Baca Juga: Helmy Yahya Bekali Kader PSI DKI Jakarta Bagaimana Pentingnya Personal Branding Dalam Berpolitik
Peristiwa ini diabadikan dan diunggah oleh pemilik akun Kegoblogan.Unfaedah dengan nama akun @kegblgnunfaedh dan viral di media sosial Twitter. Dalam konten tulisannya, pemilik akun menyatakan bahwa, ada ada saja, dikampung orang itu baik baik saja harusnya . Sejumlah mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) diusir oleh warga di kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Hal tersebut buntut dari video yang diposting ke akun media sosial (medsos). Para peserta KKN yang didominasi perempuan itu menyindir fasilitas yang mereka dapatkan dalam melakukan kegiatan wajib tersebut.
Kecanduan Tren TikTok, Mahasiswa KKN Asal Padang Ini Diusir karena Menghina Warga Desa (TikTok/@oochi_)
Mahasiswa KKN nyinyir berujung diusir (diunggah ulang oleh twitter @kegblgnunfaedh)
Baca Juga: Daftar Pemilih Sementara di Pemilu 2024
“Kalian libur semester? Mana maen. KKN-lah. KKN kalian di mana? Tanahdatar, Limapuluh Kota? Bungus-lah, air gak ada, mandi di Musala. Diusir? Ngontrak bayar pula,” ucap sejumlah perempuan yang berjumlah sembilan orang dalam cuplikan video yang dinukil https://Radarsumbar.com, Minggu (25/6/2023) siang.
Sementara dalam video pembanding, terlihat seorang tokoh masyarakat yang mengumpulkan sejumlah mahasiswa KKN di sebuah ruang pertemuan.
“Adik-adik dianggap tidak ada membawa perubahan, sampai nanti ada penyelesaiannya oleh dosen pembimbingnya kepada kami, kepada Bapak Camat dan Lurah. Jadi itu keputusannya, karena untuk mengingat keamanan adik-adik juga di lingkungan, karena pasti ada warga yang membaca (melihat postingan) itu, karena ini bukan masalah adik-adik dengan pemerintah,” ucap pria paruh baya yang menggunakan jaket warna merah maroon tersebut.
Ragam komentarpun mewanai unggahan tersebut, sepeti yang dituliskan oleh akun @Ccookk_: "Hargai adat istiadat yang ada. Mau kkn mau apapun itu kita ke tempat mereka itu jadi tamu yang harus ngehormatin yang punya rumah nya. Mau culture nya kaya gimanapun juga." cuitnya tegas, lantas akun @NormanFckngRawr: "Gen-Z model begini udah kutandain karena aku bagian Recruitment, ga akan kuizinin masuk di kantorku. Kalau ada teman HR yang nanyain soal medsos checking, akan kusodorin thread ini. Oya, tentu kuscreenshot dulu dong, misal diapus. Alasannya? Here I tell you..." tulisnya dengan nada mengancam, dan akun @mamakelinci: "Lagian latahan banget sih apa aja di kontenin. KKN tuh kan lagi tugas lapangan di wilayah orang. Kalau ada yang kurang ya dicatat, dirundingin sama tokoh masyarakat, dibuat jalan keluar. Bukan bikin konten nyindir." pungkasnya.
Hingga berita ini dipublish, setidaknya memperoleh respon warganet 3.8M Views, 3,137 Retweets, 1,885 Quotes, 31.2K Likes, 1,730 Bookmarks dan 3892 Komentar. ***
Sumber: Twitter
Artikel Terkait
UPZ Kemenag Cianjur Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Ratusan Guru Honorer
Relawan Barnas - GP : Andika Bisa Jadi Sosok Altenatif Dampingi Ganjar
Urai Kemacetan Puncak, Pemerintah Rencanakan Bangun Jalan Tol Caringin - Cianjur Dengan Perkiraan Biaya 25 T
Prabowo Subianto, Saat ini Indonesia Berada di urutan ke 16 Ekonomi Dunia dan Menjadi Anggota G20
Persib Optimis Pertandingan Piala Dunia U-17 Tak Mengganggu Aktifitas Latihan di Stadion GBLA
Ngaji Bab Kurban: Bolehkah Menyembelih Kurban di Halaman Masjid atau Mushola?
Didampingi Kuasa Hukum Karnaen dan Rekan, Korban Dugaan Arisan Bodong Laporkan Admin IYI ke Polrest Cianjur
Polres Cianjur Rotasi Pejabat Utama dan Kapolsek, Ini Daftarnya
Daftar Pemilih Sementara di Pemilu 2024
Helmy Yahya Bekali Kader PSI DKI Jakarta Bagaimana Pentingnya Personal Branding Dalam Berpolitik